ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Pendidikan Jarak Jauh Mampu Tingkatkan APK Pendidikan Tinggi

07 Mei 2018
Pendidikan Jarak Jauh Mampu Tingkatkan APK Pendidikan Tinggi
Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Budi Djatmiko. (Radar Sukabumi)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Budi Djatmiko mengatakan, pendidikan jarak jauh (PJJ) akan mampu meningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi.

"Dengan PJJ, maka akan terjadi kenaikan APK kita, karena pembelajaran daring ini murah dan bisa diakses kapanpun," ujar Budi di Jakarta, Senin (7/5/2018).

Saat ini APK Pendidikan Tinggi baru pada angka 31,5 persen. Budi meyakini dengan digitalisasi maka akan membawa dampak pada APK secara signifikan.

"Ini pergeseran yang harus dilakukan di seluruh lini pendidikan terutama pendidikan tinggi," tambah dia.

Selanjutnya, untuk menaikkan APK maka yang harus dilakukan adalah pemerintah harus memberikan fleksibilitas. Contohnya untuk target peningkatan mutu pendidikan tinggi, maka sebaiknya pemerintah tidak hanya fokus pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tetapi juga swasta.

Menurut dia, sebaiknya pemerintah memberikan target pada beberapa PTN terbaik untuk menjadi kelas dunia dan jangan malah fokus pada menerima mahasiswa sebanyak-banyaknya.

"Jangan malah bersaing dengan swasta dalam penerimaan mahasiswa. PTN sebaiknya fokus pada riset dan upaya menjadi perguruan tinggi kelas dunia." Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan pembelajaran daring diperkirakan dapat memangkas biaya kuliah hingga 50 persen (separuh).

"Dengan kuliah PJJ ini, biaya kuliah bisa ditekan hingga 50 persen. Misalnya kalau sekarang biaya kuliah Rp5 juta, maka dengan PJJ bisa Rp2,5 juta karena dengan kuliah seperti ini tidak membutuhkan tempat dan juga tidak harus tatap muka," ujar Menteri Nasir beberapa waktu lalu.

Jika pembelajaran hanya diterapkan secara konvensional, peningkatan APK hanya berkisar pada angka 0,5 persen per tahun. Namun dengan terobosan PJJ ini, diharapkan APK pendidikan tinggi mampu melesat mencapai 40 persen pada 2022-2023, asalkan PJJ dapat diakses oleh lebih banyak orang dan secara efektif diterapkan.

PJJ, lanjut Nasir, merupakan kebijakan untuk menjawab kebutuhan di era Revolusi Industri 4.0. Salah satu penerapan dari penerapan PJJ tersebut dalah pembangunan universitas siber yang dipersiapkan untuk pembelajaran daring.

Editor: Patricia Aurelia
KOMENTAR