ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Perkuat PAUD untuk Optimalkan Bonus Demografi

21 Januari 2019
Perkuat PAUD untuk Optimalkan Bonus Demografi
Pendidikan Anak Usia Dini (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Para tokoh sepakat, bahwa berinvestasi seiys pada jenjang pendidikan dasar, mengoptimalkan bonus demografi. Karena berinvestasi di tahap pendidikan anak usia dini (PAUD), tidak semata-mata untuk kepentingan pendidikan. Investasi pada jenjang PAUD ini akan memberikan hasil yang signifikan, antara lain dalam mengatasi masalah kemiskinan dan mengoptimalkan bonus demografi.

Salah seorang tokoh yang konsern terhadap dunia pendidikan, yakni Mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengungkapkan PAUD harus diyakini sebagai inevstasi bagi bangsa. Kajian ekonom dari Universitas Chicago, James J Heckman, yang juga peraih hadiah Nobel tahun 2000 memperkuat pandangan PAUD sebagai suatu investasi bagi masa depan bangsa. Menurut Fasli, investasi pada PAUD yang berkualitas, relevan, dan kontekstual akan memberikan imbal balik yang berlipat ganda.

Pemerhati Pendidikan Ella Yulaelawati, di Jakarta, beberapa waktu lalu, memaparkan, usia 0-5 tahun, atau yang disebut juga usia emas, menjadi masa yang tepat untuk meletakan fondasi dalam mengembangkan nalar dan kecakapan sosial emosional serta kreativitas. Jika rangsangan di masa cemerlang ini dilakukan secara berkualitas, tumbuh generasi yang cerdas dan sehat sebagai aset yang berharga bagi keluarga dan bangsa.

Ella menambahkan, investasi PAUD membutuhkan komitmen dalam investasi usia, investasi lingkungan, dan investasi implementasi.Berinvestasi di usia emas anak dapat memutus rantai kemiskinan, meraih bonus demografi, merawat keindonesiaan, serta membangun etos kerja dan daya saing-bangsa.

Investasi lingkungan yang dibutuhkan agar PAUD memberikan hasil yang baik adalah orangtua yang mengasuh anak dalam buaian atau kasih sayang, membentuk karakter generasi milenial, menyediakan lingkungan yang ramah anak, serta menciptakan guru prasekolah yang ideal. Adapun investasi implementasi diwujudkan antara lain dengan mengutamakan bahasa ibu untuk membantu anak memahami konsep, membebaskan anak untuk berkreasi sesuai tahap perkembangannya.

Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengatakan, dukungan anggaran untuk PAUD selama ini meningkat, seiring pengembangan program. Jika PAUD diyakini sebagai investasi, dukungan anggaran harus mampu mewujudkan PAUD berkualitas. Tantangan saat ini, menurutnya, peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru serta sarana dan prasarana PAUD.



Editor: Maria L Martens
KOMENTAR