ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Gelaran Batik Carnival,  Kekuatan Budaya Anak Indonesia

20 November 2019
Gelaran Batik Carnival,  Kekuatan Budaya Anak Indonesia
Batik Carnival (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - UNESCO menetapkan Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non bendawi (Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity). Karena itu  penting bagi Bangsa Indonesia untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober.

Sebagai wujud penghargaan, rasa cinta dan bangga terhadap karya seni batik, Tk dan SD PENABUR Bintaro mengadakan kegiatan bertajuk Batik Carnival yang  mengusung tema the Power of Culture yang menjadi daya tarik masyarakat yang mengikuti car free day. Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu, 17 November 2029 di kawasan car free day jalan Boulevard Bintaro Jaya. Acara yang mendapat antusias dari penonton diikuti oleh  890 peserta didik dari tingkat TK sampai SD dan 55 guru BPK PENABUR Bintaro Jaya.

Dalam kegiatan ini  juga menampilkan kostum tradisional hasil karya anak-anak dan guru BPK PENABUR Bintaro Jaya yang bekerja sama dengan orang tua murid yang  punya keahlian mendesain baju.  Anak-anak pun sangat senang dan antusias hasil karyanya dikenakan pada saat kegiatan. Tak hanya anak-anak, antusias para penonton pun tidak kalah meriah tatkala menyaksikan pawai budaya kali ini.  Tidak hanya menampilkan berbagai corak batik, ragam permainan tradisional, alat musik angklung serta tarian tradisional jaranan juga ikut di gelar. 

Seperti kostum yang dikenakan oleh siswi kelas 5 SDK PENABUR Bintaro Jaya, Cristabel Leksia Gasel dengan tema Bunga Nusantara. Cristabel mengatakan perasaannya sangat senang mengenakan busana ini, karena pernak-pernak yang berwarna warni di kostum ini melambangkan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku dan budaya. “Saya bangga mengenakan Batik yang menjadi ciri khas budaya Indonesia”, ujar Cristabel yang menjadi peserta pawai.

Linda Novian Kristina, selaku koordinator kegiatan mengatakan dengan adanya acara ini kami pun berharap anak-anak mulai mengerakkan diri mereka untuk mulai sedikit demi sedikit mengenal tradisional Indonesia yang penuh dengan keberagaman. Orang tua pun mulai mengajak anak-anak mereka untuk mencintai budaya Indonesia. Kenapa kegiatan ini memilih batik Linda mengatakan, “karena dalam proses pembuatan batik ada beberapa karakter di dalamnya yaitu kesabaran dan pengendalian diri, oleh karenanya mari kita semakin mencintai, merawat dan menjaga batik Indonesia agar tetap lestari,” ungkapnya.

Reporter : Theresia Masang


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR