ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Temuan Kemendikbud, Ribuan Lembaga Kursus Belum Terakreditasi

10 Desember 2019
Temuan Kemendikbud, Ribuan Lembaga Kursus Belum Terakreditasi
Lembaga Kursus Bahasa (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Beragama upaya mendongkrak kemampuan belajar siswa dibidang akademik. Tak cukup penerimaan bahan ajar dari sekolah, para orangtua banyak yang memasukan putra-putrinya ke tempat-tempat kursus demi meningkatkan nilai di sekolah.

Minat makin meningkat, lembaga kursus pun mulai menjamur dengan penawaran-penawaran khusus, misalnya soal harga dan fasilitas. Maksudnya agar lembaga itu terkesan prestise dan lebih unggul dibanding lembaga sejenis.

Namun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiarkan bahwa Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di Indonesia ternyata masih banyak yang belum bersertifikasi serta terakreditasi. Data Kemendikbud juga menyebutkan, dari total 19 ribu LKP, hanya 3.200 yang sudah mengantongi sertifikat dan terakreditasi.

Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Agus Salim mengatakan, masyarakat bisa memilih LKP yang tepat saat ingin meningkatkan atau memiliki keterampilan baru dalam menghadapi persaingan masa depan. LKP yang terakreditasi akan mendapat manfaat seperti bantuan dana dari pemerintah. Khusus LKP yang mengantongi akreditasi A memiliki kelebihan lain yaitu boleh bekerja sama dengan LKP dari luar negeri. Sedangkan yang terakreditasi B dan C, tidak boleh. Dia menambahkan, selain akreditasi, Kemendikbud juga mengembangkan massive open online course (MOOC) atau kursus singkat secara online.

Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Harris Iskandar menegaskan, LKP yang menerapkan MOOC bisa mengakselerasi pertumbuhan pembangunan manusia Indonesia. "Dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, pendidikan formal bukan lagi segalanya dalam pengembangan karier seseorang. Orang dengan keterampilan khusus akan lebih dibutuhkan oleh industri meskipun pendidikan formalnya hanya sampai SMA/SMK," bebernya.

Dia menyebutkan ada 10 jurusan kursus paling diminati saat ini. Yaitu desain grafis dan multimedia, programming, digital marketing, teknik otomotif, desain fashion, tata kecantikan kulit rambut pengantin, kuliner, bordir dan sulam, akuntansi, elektronika.

"Motivasi pesertanya berbeda-beda, ada yang untuk mencari pekerjaan. Ada juga yang ingin memiliki skill untuk membuka usaha,” kata Harris. Harris menyatakan, saat ini, MOOC baru bisa diakses oleh semua daerah yang tersambung internet. Namun, tahun depan, MOOC ditargetkan bisa diakses masyarakat di daerah terluar, terdepan dan tertinggal.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR