ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Hi Vloger, Kembangkan Usaha di Era Digital dengan Terampil Video Marketing

17 Desember 2019
Hi Vloger, Kembangkan Usaha di Era Digital dengan Terampil Video Marketing
Belajar media digital (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Kian hari orang sibuk membekali dengan ilmu dan keterampilan menyambut era industri 4.0. Di masa ini, pekerjaan makin 'dikuasai' peran digital dengan seperangkat kecanggihannya. Era kekinian, dimana teknologi bisa diampu oleh siapa saja tanpa batas umur, lingkungan sekolah mulai dari tingkat dasar hingga tinggi, telah diperkenalkan penggunaan media digital. Bahkan sarana ini dijadikan media pembelajara dalam mendukung proses belajar-mengajar.

Maksudnya agar kaum muda  mulai mempersiapkan diri untuk menguasai teknologi media demi memenangkan persaingan kerja. Di ranah industri, produk menjadi obyek dan subyek yang terus diburu. Konsep pemasaran klasik kini mulai tergantikan dengan media digital. Maka pelajar dan mahasiswa pun harus belajar kreatif memasarkan produk.

Cara dan media pemasaran bisnis saat ini semakin banyak pilihan. Video seringkali dianggap sebagai media belaka padahal kemampuan video lebih dari itu. Video dapat menjadi wadah/ penampung konten dan sebuah metode strategis untuk menyampaikan pesan dengan marketing layers yang lebih luas. Terlebih lagi, eratnya berbagai media sosial dengan gaya hidup berteknologi atau dengan kata lain hyper-connected society. Tidak heran lebih banyak pengguna media sosial yang turut berkontribusi dalam membuat konten video daripada sebelumnya.

Saat ini, kerap muncul  istilah pelaku digital industri seperti youtuber, content creator, dan vlogger. Pelaku tersebut adalah pelaku atau profesi baru berbasis digital kreatif yang mengelola konten video dalam berbagai platform digital. Fenomena ini ini menguatkan fakta bahwa video marketing adalah senjata ampuh dalam dunia pemasaran di era serba digital seperti sekarang ini.  Berikut beberapa alasan lain yang mendukung urgensi video marketing dalam bisnis digital saat ini :

1.    Menonton video lebih diminati daripada membaca

Diperkirakan bahwa akan menghabiskan lebih banyak menit setiap hari menonton video selama beberapa tahun ke depan daripada sebelumnya, akan lebih banyak marketer berinvestasi dalam iklan video online. Oleh karena itu, kegiatan vlogging lebih banyak diminati dibanding kegiatan blogging. Suatu studi menyebutkan bahwa rata-rata orang menonton konten video online lebih dari satu setengah jam per hari, dengan sekitar 15% rata-rata lebih dari tiga jam.

2.    Video marketing dapat meningkatkan traffict dan income

Studi menunjukkan bahwa 74% pengguna yang menonton video review tentang suatu produk cenderung tergerak untuk membeli produk tersebut. Video menampilkan gambaran visual yang bergerak yang lebih mudah dan menyenangkan untuk menyampaikan infromasi. Apalagi jika konten video yang disajikan menarik dan kualitas resolusi tinggi. Oleh karena itu, marketer tidak jarang membutuhkan keahlian tau jasa dari video editor, atau animator untuk dapat mewujudkan video marketing yang menjual.

3.    Video marketing dapat membangun kepercayaan

Membangun kepercayaan pasar adalah sesuatu yang penting diwujudkan untuk mewujudkan bisnis yang sukses. Video marketing adalah salah satu cara efektif untuk menyebarkan brand awareness terhadap berbagai segmentasi pasar. Konsumen cenderung mencari tahu tentang produk yang ingin dibeli atau barang apa yang inginkan dengan digital search engine dan menonton video terkait.  Bahkan menonton video online adalah bagian dari proses observasi dan analisis untuk memutuskan pembelian suatu produk. Konten video dapat membuat pengguna menumbuhkan kepercayaan yang kerap digunakan adalah unboxing video, endorsement video, testimoni/ review video , video- live, how-to videos /tutorial videos , ASMR videos, dan lain lain.

4.    Video marketing terintegrasi di berbagai platform digital

Video marketing tidak hanya lewat saluran Youtube. Ada banyak jenis platform digital lain yang dapat digunakan, seperti Facebook story/ live, Landing page, Webinar, Instagram Story/ IG-TV, Twitter Video, 360 Video, Snapchat, Augmented Reality dan Virtual Reality. Dari sekian banyak saluran, adopsi tren augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) masih rendah karena keterbatasan kesanggupan teknologi. Padahal video marketing ini menawarkan experiental marketing yang lebih real, high-tech dan futuristic karena melibatkan lebih banyak panca indra manusia. Tidak heran, diprediksi penggunaanya akan meningkat seiring kecanggihan teknologi.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR