ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Siap Raih Beasiswa, Pelajari Ragam Pertanyaan Wajibnya

10 Januari 2020
Siap Raih Beasiswa, Pelajari Ragam Pertanyaan Wajibnya
Meraih Beasiswa (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Mendapatkan beasiswa, bukan soal keberuntungan. Kesempatan prestis ini harus perjuangkan serius bahkan dengan pengorbanan yang besar.  Pasalnya, beasiswa bukanlah sesuatu yang bisa didapat oleh semua orang. Apalagi dengan mudah. Butuh proses, butuh perjuangan, bahkan pengorbanan. Entah itu waktu, tenaga, juga pikiran.  Untuk mendapatkan beasiswa, calon penerima harus memenuhi persyaratan tertentu, dan menjalani serangkaian seleksi. Beasiswa yang sering ditawarkan terbagi dalam beberapa jenis.

Dari segi cakupan pembiayaan, beasiswa dapat dibagi menjadi dua yaitu beasiswa penuh dan beasiswa parsial. Beasiswa parsial adalah bantuan dana yang hanya menutupi biaya studi saja tidak mencakup biaya akomodasi dan uang saku. Sedangkan beasiswa penuh adalah dana bantuan studi yang menutupi seluruh kebutuhan seorang pelajar dan mahasiswa selama menempuh pendidikan mulai dari biaya sekolah, biaya kos, biaya makan dan minum, dan lain-lain.

Dari segi waktu, baik beasiswa parsial atau beasiswa penuh ada dua tipe yakni beasiswa sampai selesai studi, dan beasiswa persemester yang dapat diperpanjang apabila masih memenuhi syarat.

Dari segi penyandang dana, sumber pendanaan bisa berasal dari negara atau swasta. Pihak swasta yang memberikan beasiswa umumnya adalah perusahaan besar sebagai bagian dari kebijakan CSR atau Corporate Social Responsibility. Sedangkan negara pemberi beasiswa tidak selalu negara Indonesia, tapi juga berbagai negara luar seperti Amerika, Inggris, Jerman, Australia, Jepang, Kanada, Prancis, Thailand, Malaysia, Brunei, Arab Saudi, Mesir, dan lain-lain. Umumnya pemberi beasiswa negara dalam program pertukaran pelajar dan budaya (students and cultural exchange).

Penyampaian dana beasiswa oleh pihak swasta atau negara pada pelajar, santri dan mahasiswa dilakukan dengan beberapa cara antara lain melalui sekolah dan perguruan tinggi, melalui institusi pemerintahan atau langsung pada pelajar yang bersangkutan.

Dari segi dasar pemberian beasiswa, bantuan finansial ini diberikan berdasarkan pada prestasi, ketidakmampuan finansial orang tua pelajar, berdasar agama, suku, atau jurusan tertentu.

Dari segi lokasi belajar, beasiswa dapat dibagi menjadi beasiswa dalam negeri dan beasiswa luar negeri. Umumnya beasiswa dalam negeri diberikan oleh pemerintah Indonesia melalaui berbagai institusi resmi atau perusahaan swasta yang berlokasi di dalam negeri. Sedangkan beasiswa luar negeri mayoritas dibiayai oleh pemerintah tempat perguruan tinggi itu berada. Misalnya, beasiswa Chevening untuk kuliah di Inggris dibiayai oleh pemerintah Inggris, beasiswa Monbukagakusho untuk kuliah di Jepang dibiayai oleh pemerintah Jepang.

Dari segi jenjang pendidikan, beaswa secara garis besar terbagi dalam dua kategori yaitu beasiswa sekolah dan beasiswa universitas atau perguruan tinggi. Beasiswa sekolah meliputi tingkat Taman Kanan-kanak (TK) atau Raudhatul Atfal (RA), Sekolah Dasar (SD) atau Madrasaah Ibdidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah (MTS), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Aliyah (MA). Sedangkan beasiswa jenjang perguruan tinggi meliputi tingkat Diploma, Sarjana Strata 1 (S1), dan program Pascasarjana meliputi Strata Dua (S2), Magister, MBA, dan program Doktoral atau Strata Tiga (S3).

10 macam pertanyaan yang umum dalam proses penerimaan beasiswa

Untuk mendapatkan beasiswa, calon penerima harus memenuhi persyaratan tertentu, dan menjalani serangkaian seleksi. Diantaranya seleksi administrasi hingga seleksi substansi.

Seleksi administrasi erat kaitannya dengan berkas-berkas, dimana sebelum mengajukan aplikasi, seorang calon penerima biasanya harus melengkapi berkas-berkas dan menulis esai yang dibutuhkan. Sementara seleksi substansi lebih merujuk pada penulisan esai di tempat, dan wawancara.

Bicara soal wawancara, perlu diketahui bahwa sesi ini umumnya memiliki bobot yang paling besar diantara sesi lainnya. Oleh karena itu, calon penerima beasiswa wajib hukumnya untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, agar dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan dengan baik dan benar.

Nah, buat kamu yang berniat atau bersiap untuk mengajukan beasiswa, atau bahkan sedang menunggu jadwal wawancara, berikut ini beberapa bocoran pertanyaan yang umumnya ditanyakan oleh pewawancara dalam sesi paling menentukan ini.

1. Ceritakan tentang diri kamu
Sebaiknya sampaikan hal-hal yang tidak kamu cantumkan dalam CV atau Esai kamu. Sesuatu yang unik dan kamu rasa layak untuk diceritakan

2. Mengapa kamu mendaftar program ini?
Jelaskan semua hal yang kamu ketahui tentang beasiswa ini, dan mengapa itu membuat kamu tertarik untuk mendaftar

3. Mengapa kamu memilih universitas ini? (Tergantung universitas yang kamu daftar)
Untuk pertanyaan yang satu ini, kamu bisa mengaitkannya dengan jurusan yang kamu pilih. Sebagai contoh, universitas ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Dan memiliki jurusan multidisipliner yang unik, yang tidak dimiliki universitas lain.

4. Mengapa mengambil jurusan ini, apakah ada hubungannya dengan minat kamu?
Kamu bisa mengaitkan ini dengan hobi dan cita-citamu di masa depan. Akan lebih baik jika itu juga berdampak untuk orang banyak nantinya.

5. Kenapa kamu layak mendapatkan beasiswa ini?
Kamu harus bisa meyakinkan pewawancara akan tujuanmu. Disini kepercayaan diri akan diuji.

6. Apa kelebihan dan kekurangan kamu?
Ceritakan segala hal yang menjadi kekurangan dan kelebihan kamu, dan itu harus relevan dengan jurusan yang kamu lamar.

7. Siapa idola kamu?
Mungkin terdengar sepele. Tapi ini akan sangat menunjukkan ingin jadi seperti apa kamu nantinya.

8. Apakah kamu pernah mengalami kegagalan?
Ini akan memberi gambaran bagi pewawancara mengenai bagaimana kamu menyikapi kegagalan, dan belajar dari pengalaman itu. So, akan lebih baik kalau kamu punya pengalaman gagal.

9. Apa yang akan kamu lakukan setelah lulus?
Sebaiknya kamu memiliki rencana untuk orang lain. Dalam artian ingin bermanfaat bagi orang banyak nantinya.

10. Apa yang akan kamu lakukan 10 tahun ke depan?
Disini kamu harus memiliki goal yang ingin dicapai, dan sebaiknya realistis. Kamu juga harus memperlihatkan pada pewawancara bahwa kamu memiliki rencana untuk mewujudkan cita-cita itu. Jangan jangan bilang mau memajukan bangsa, tapi tidak tahu dengan cara apa.


Editor: Maria L Martens
KOMENTAR