ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Penampilan Terbaik Siswa BPK PENABUR Kota Wisata di Pentas Drama Musikal

06 Februari 2020
Penampilan Terbaik Siswa BPK PENABUR Kota Wisata di Pentas Drama Musikal
Penampilan Marvel dan Claudia memerankan tokoh Aladdin dan Jasmine (Ist)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Panggung Drama Musikal BPK PENABUR Kota Wisata, bertabur kostum indah, kemilau lighting, dan aksi aktor-aktris muda, para siswa yang mengangkat kisah Wanderlust: City of Wonders. Penampilan apik dilengkapi iringan tim orkestra, menghidupkan kisah Aladdin – Jasmine yang sudah dikenal masyarakat sebagai  cerita rakyat asal Parsia.

Adalah Marvel Yosia Budianto, siswa kelas XI IPS SMA Kristen PENABUR Kota Wisata, sebagai tokoh Aladdin dan Claudia Michelle Politon, siswi kelas X IPS, yang tampil sempurna membawaka pasangan legendaris dunia ini. Didukung akting Nico Patar Tambunan, siswa kelas XI IPS, sebagai Jin yang melengkapi kesempurnaan cerita. Maka jadilah drama yang disutradarai Hana Areta itu, berjalan lancar pada Sabtu (01/02) lalu.

Bagi Marvel, yang juga Ketua OSIS SMK BPK PENABUR Kota Wisata, membawakan tokoh favorit dunia ini, memang memiliki tantangan tersendiri. Apalagi persiapan yang dilakukan terbilang singkat. Diawali tahun lalu, dan mulai diseruisi para pemain pada awal Januari. “Ini sebagai tantangan kita untuk tampil maksimal,” tutur Marvel. Claudia pun mengiyakan, meski sempat gamang lantaran waktu latihan yang instan, tapi siswi cantik ini mengaku puas dengan penampilannya. “Kami saling mendukung dalam latihan dan tampilan di panggung,” kata Claudia. Ditambahi Nico, sang Jin, yang menganggap akting mereka sebagai sarana menambah kepercayaan diri. “Jadi lebih pede karena sudah berani bermain di panggung,” ungkap Nico.

Bagi para siswa, kesempatan untuk mengekspresikan diri lewat seni, menjadi pelajaran yang berharga. Tidak hanya menambah pengalaman, namun melatih mental dan kedisiplinan. “Kami harus serius selama latihan, apalagi intensitas latihan baru berjalan awal bulan Januari lalu,” cerita Marvel. Beruntung para guru ikut membantu memoles potensi mereka sehingga mampu ‘manggung’ dengan cemerlang.

Tak kurang, pengajar Seni, Bahasa, dan Musik, dilibatkan dalam drama yang ditonton lebih dari 500 orang itu. Para siswa pun termotivasi dan saling mendukung satu dengan yang lain, hingga akhirnya cerita pun mengalir lancar dan mengundang decak kagum penonton.  Padahal buat Marvel, Claudia, dan pemain lainnya, tidak mudah membawakan dialog, disambi tarian, dan bernyanyi sesuai tuntutan script. “Ini jadi tingkat kesulitan tersendiri, karena harus menyeimbangkan suara dengan musik supaya tidak fals,” kata Claudia. Marvel pun berujar serupa. “Kami harus menyesuaikan nada yang ada dengan alunan lagu, lalu ada intonasi dialognya juga,” Namun karena kerjasama yang baik, tim yang ‘profesional’ dan talenta yang dimiliki, kisah lawas itu tidak jenuh dinikmati hingga akhirnya.

Hebatnya lagi, baik kostum, dialog, penataan panggung, hingga pencahayaan lampu, seluruhnya dimotori para siswa. “Ini semua pilihan kita, para siswa,” kata Marvel. Harmonisasi ini, adalah hasil pembahasan bersama, termasuk juga dengan sang sutradara. “Kami pahami dulu keinginan sutradara lalu masing-masing bergerak sesuai dengan kebutuhan naskah,” kata Nico.

Dengan kerja tim potensial didukung para guru yang turut mendampingi, aksi panggung yang baru pertama kali disajikan di BPK PENABUR Kota Wisata ini, menuai aplaus dari penonton.  Para pemain pun merasa puas dan senang, ‘proyek perdana’ mereka berlangsung lancar dan menghipnotis penonton dengan gemerlap beragam kecanggihan multimedia. “Kami akan tampil lebih maksimal lagi, untuk penampilan berikutnya,” tandas Marvel.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR