ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

70 Tahun BPK PENABUR, Kepadamu Indonesia Aku Mengabdi

07 Februari 2020
70 Tahun BPK PENABUR, Kepadamu Indonesia Aku Mengabdi
Penampilan Drama Musikal para siswa BPK PENABUR Kota Wisata (Ist)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Sudah tujuh windu Yayasan Badan Pendidikan Kristen (BPK) PENABUR, menjalani pelayanan di bidang Pendidikan. Rentang 70 tahun pengabdian menjadi suluh ilmu, lembaga ini mensyukuri berkat yang ditabur dan dituainya dalam perayaan kebersamaan.

Ketua Umum BPK PENABUR masa bakti 2018-2022, Adri Lazuardi pun mengulang ungkapan rahmat anugrah Tuhan atas karunia ini. “Perayaan 70 tahun ini adalah perayaan bersyukur untuk keberadaan 70 tahun PENABUR di Indonesia. Kita bersyukur masih dapat melayani Indonesia,” kata Adri Lazuardi di Jakarta.

Dengan pengalaman mendidik insan-insan muda unggulan selama tujuh dasawarsa, lembaga ini pun terkenal sebagai sekolah pencetak ilmuan muda bertaraf internasional.Sejarah mencatat, lembaga ini sebelumnya bernama Badan Pendidikan Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee Khu Hwee Djawa Barat (BP THKTKHKH Djabar), dan pada Tahun 1950 berganti nama menjadi BPK PENABUR.  Meski nama berganti, komitmen bagi negeri tetap dijalani, yakni terus berupaya  mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia.

Kesetiaan pada komitmen ini dirayakan dalam rangkaian kegiatan bertema ““Kepadamu Indonesia Aku Mengabdi”. Menurut Adri, nuansa ini menunjukan peran BPK PENABUR di bumi pertiwi.  “Kita bersyukur bahwa di Negara Indonesia yang begitu besar dan Kristen bukanlah mayoritas, kita masih diberikan kesempatan memberi warna bagi Indonesia dan warna Indonesia itu diciptakan oleh para lulusan PENABUR dengan segala macam kiprah mereka,” kata mantan Ketua BPK PENABUR Jakarta periode 2014-2018 itu. 

Komitmen BPK PENABUR membangun karakter Siswa

Adri mengatakan banyak alumni BPK PENABUR telah memberikan sumbangsihnya bagi Negara Indonesia, beberapa di antaranya pakar jantung Indonesia Profesor dokter Teguh Santoso, tokoh catur nasional Eka Putra Wirya, mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, bintang film yang sekarang menjadi produser sekaligus sutradara Henky Solaiman, Maria Felicia Gunawan pembawa bendera pusaka dalam upacara kenegaraan HUT Ke-70 RepubIik Indonesia, juara The Voice of Germany 2019 Claudia Emmanuela Santoso, dan masih banyak lagi lainnya yang berprestasi pada ajang nasional dan internasional.

Data BPK PENABUR hingga saat ini ada sebanyak 164 sekolah yang dikelola di 15 kota dengan kurang lebih 52.000 siswa dan 5.400 guru dan karyawan. Jumlah yang cukup besar untuk sebuah yayasan pendidikan, diakui Adri sebagai suatu tanggungjawab tersendiri untuk mempertahankannya dan terus mengembangkannya ke depan. 

Adri melihat perkembangan pendidikan Indonesia saat ini dihadapi berbagai tantangan dan kesulitan yang berbeda-beda. BPK PENABUR mendukung program pemerintah dalam semangat “Merdeka Belajar”.

Oleh karena itu, kata Adri, lembaga pendidikan mesti dapat menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.  “Bagaimana 7 dasarwasa BPK PENABUR itu bisa bertahan dan melayani? Eranya sudah menuju perubahan. Suka enggak suka perubahan itu akan datang. Kalau kapal besar seperti PENABUR itu enggak bersiap-siap berubah, maka hal itu akan menjadi yang paling susah. Kita harus berani berubah. Berani berubah menjadi sebuah modal kita untuk mengubah segala macam yang menjadi pemikiran 70 tahun yang lalu dan untuk melihat 70 tahun  ke depan,” kata Adri.

BPK PENABUR, kata Adri, juga terus berkomitmen membangun karakter anak-anak didik melalui Pendidikan Karakter Bernilai-nilai Kristiani (PKBN2K) dalam rangka menghadapi kemajuan zaman.

“Kita berharap 70 tahun ke depan PENABUR tetap eksis, harus ada penyesuaian pada zaman dan juga dapat menggali potensi-potensi baru. Tantangan ke depan itu PENABUR dapat berbagi. Oleh karena itu tagline yang kita pakai adalah ‘Berani Berubah, Semakin Peduli dan Berbagi’,” katanya.

Sejak lima tahun Indonesia Merdeka, BPK PENABUR memiliki gedung sekolah yang berasal dari peninggalan zending Belanda yang tersebar di enam kota yakni Jakarta, Bandung, Cirebon, Sukabumi, Jatibarang dan Indramayu dan hingga hari ini BPK PENABUR mengelola sebanyak 164 sekolah di 15 Kota.

Adri mengatakan BPK PENABUR tak menampik bahwa di tengah perubahan zaman banyak yayasan pendidikan yang collapse. PENABUR sendiri, kata Adri, dari 15 kota ada delapan kota yang mengalami defisit.

“Pertama, itu anugerah Tuhan. Kedua, pengurus dan para pihak yang duduk di dalam PENABUR itu punya komitmen. Kalau bicara PENABUR hari ini apakah masih dapat bertahan atau enggak, itu semua karena anugerah Tuhan dan komitmen dari kepemimpinan pengurus yang berganti tiap periodenya,” tuturnya.

Adri mengatakan bahwa dalam memimpin bahtera BPK PENABUR, dirinya berpegang pada Injil Lukas 17:10,“Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

Menurutnya, kalau mau melayani maka harus diingat kata pentingnya yaitu “pelayan” atau doulos, yang diartikannya sebagai pelayan meja. Pelayan yang hanya melayani meja besar dan bagaimana pelayanannya itu dapat berlangsung dengan benar dan baik.

Selain kegiatan internal dengan fokus mengembangkan karakter anak-anak didiknya, BPK PENABUR juga terus melakukan kegiatan eksternal dengan menjalin kerja sama dengan banyak sekolah dan lembaga pendidikan lainnya di Tanah Air, mulai dari Medan di Sumatera Utara, Kalimantan, Sulawesi, Ambon, Jayapura, hingga Sumba Barat - NTT.

“Kita mengirimkan guru-guru terbaik untuk membantu sejumlah sekolah di Indonesia. Di Ambon, BPK PENABUR memberikan bantuan dalam rangka persiapan ujian nasional, sedangkan di Tanah Papua, BPK PENABUR juga memberikan pelatihan kepada guru-guru di sana,” katanya.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR