ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Metode Pengajaran SMAK PENABUR Kota Wisata, Mengembangkan Bakat dan Menjadi Berkat

08 Februari 2020
Metode Pengajaran SMAK PENABUR Kota Wisata, Mengembangkan Bakat dan Menjadi Berkat
Yanner, Kepala Sekolah SMAK PENABUR Kota Wisata dan para pemain Wanderlust: City of Wonders (Ist)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Cerita bertajuk Wanderlust: City of Wonders yang dibawakan para siswa Kelas X dan XI SMAK PENABUR Kota Wisata, berlangsung dengan sukses gemilang. Lebih dari 500 penonton pun memberi apresiasi terhadap drama musikal yang digelar pada Sabtu (01/02) lalu, tersebut.

Kepala Sekolah SMAK PENABUR Kota Wisata, Yanner juga memberi penghargaan terhadap aksi panggung para siswa. “Puji Tuhan semua berlangsung dengan lancar dan penampilan mereka juga sangat luar biasa,” ungkap Yanner pada scholae.co.

Menurutnya, sarana dan kesempatan serupa ini menjadi ajang bagi para murid untuk mengekspresikan bakat dan talenta yang dimiliki. Dan hal inipun yang menjadi penekanan dalam metode pengajaran di SMAK PENABUR Kota Wisata. “Kami memang berupaya untuk menyeimbangkan kegiatan-kegiatan akademik dan non akademik, sebagai sarana untuk mengakomodir bakat dan minat mereka,” ungkap Yanner. Maka jadilah penampilan perdana yang spektakuler dengan keindahan kostum, penari, multilighting, dan tata panggung yang memukau.

Sebelumnya, para siswa ini telah berlatih sejak bulan Oktober tahun lalu. Namun baru mulai intens pada Januari 2020. Waktu yang terbilang singkat untuk menampilkan kisah klasik Aladdin dan Lampu Ajaib ini. Tapi berkat dukungan para pengajar, kerja tim yang solid, kedisplinan, ditambah talenta para siswa, drama musikal yang  baru ditayangkan pertama kali di PENABUR Kota Wisata itu, menuai decak kagum. Terdapat tujuh orang guru yang turut mendampingi, mulai dari penentuan konsep cerita, latihan, hingga pementasannya. Guru yang terlibat berasal dari lingkungan SMAK PENABUR Kota Wisata, yakni Guru Bahasa, Guru Seni, Guru Seni Musik, Guru Tari, dan Guru Seni Rupa. Pendampingan yang diberikan menyangkut tata bahasa dialog, pengucapan kata, intonansi, vokal, arangemen lagu, tari, hingga visual multimedia.

Bagi Yanner, rangkaian latihan tidak hanya membuahkan prestasi gemilang, namun juga memupuk sikap kepemimpinan bagi para siswa. “Mereka belajar menghargai waktu, bekerjsama dengan teman, berupaya menekan ego mereka, melatih kepribadian, dan belajar melayani. Inilah karakter yang dibutuhkan dalam leadership,” ungkap Yanner. Poin kepemimpinan, lanjutnya, juga menjadi fokus dalam pengajaran di lingkungan BPK PENABUR Kota Wisata. 

Maka ia dan para pengajar di lingkungan SMAK PENABUR Kota Wisata berupaya memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan dirinya lewat wadah-wadah akademis maupun non akademis. “Mereka perlu diberikan tempat untuk mengeksplorasi kemampuannya, sehingga mereka juga bisa belajar banyak hal, selain ilmu di sekolah,” kata Yanner.

Ia juga mengakui bahwa sukses yang didulang dari penampilan tersebut, membuatnya termotivasi menempatkan kegiatan kesenian dalam program satu tahun SMAK PENABUR Kota Wisata. “Sebagai tempat mereka untuk mengaplikasikan bakat dan talenta yang dimiliki. Syukur lagi bisa menjadi berkat bagi banyak orang,” ungkap Yanner yang telah memimpin SMAK PENABUR Kota Wisata selama satu setengah tahun ini.

Selanjutnya, Yanner akan mempersiapkan kegiatan lain yang melibatkan lebih banyak siswa dan talenta dalam bentuk konser. Konser ini rencananya akan menggabungkan seni peran, vokal, musik, tari, lighting, hingga visual multimedia. “Saya sangay berharap kegiatan ini hanya berhenti sampai di sini saja, tetapi menjadi tempat mereka, para guru dan siswa untuk saling bekerja sama membentuk pribadi yang bisa memimpin dan menjadi berkat pula bagi banyak orang,” katanya. Ia juga berharap agar keberadaan SMAK PENABUR Kota Wisata, tidak hanya dapat dikenal banyak orang, namun bisa bermanfaat sebagai penyalur berkat.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR