ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

BPK PENABUR Jakarta, Sampaikan Pesan Nasionalisme bagi Para Remaja

10 Februari 2020
BPK PENABUR Jakarta, Sampaikan Pesan Nasionalisme bagi Para Remaja
Aksi panggung para SMPK PENABUR Jakarta (BPK PENABUR/Dina)
JAKARTA, SCHOLAE.CO - Makna mendalam tentang nasionalisme, tertuang dalam kemegahan aksi panggung yang dibawakan para siswa menengah lewat kisah-kisah heroik bangsa. Penanaman nilai perjuangan ini, perlu ditebar dan dipupuk di kalangan pelajar, utamanya di tengah kecanggihan era digital saat ini. 

Masa ini merupakan era dimana masuknya berbagai informasi tanpa batasan tertentu. Hal ini pula yang mendorong masuknya kebudayaan asing dengan mudah pada kalangan remaja. Selain itu, platform online yang diterima oleh para remaja juga tidak banyak yang menampilkan kebudayaan Indonesia, sehingga para remaja juga kesulitan untuk mengenal kebudayaan mereka sendiri.

Menyadari akan hal tersebut, SMPK PENABUR Jakarta ingin meningkatkan kembali rasa cinta tanah air kepada para peserta didik di usia remaja melalui sebuah pertunjukan karya seni ‘Citraloka Nusantara’, Sabtu (08/02) lalu.

Kegiatan yang berlangsung di PENABUR Kelapa Gading International School itu, di bagi dalam dua sesi. Sesi pertama mulai pukul 11.00 hingga 13.00 WIB dan sesi kedua pukul 16.00-18.00 WIB. Diperkirakan 1000 penonton menyaksikan aksi panggung megah yang dibawakan para siswa SMPK PENABUR Jakarta ini. Tamu-tamu penting lainnya pun, hadir menikmati sajian musik teaterikal besutan para murid dan guru. Diantaranya, Antono Yuwono selaku Ketua BPK PENABUR Jakarta, yang juga membuka secara resmi kegiatan, serta para pengurus BPK PENABUR Jakarta. Antara lain,   Elika Dwi Murwani selaku Deputi Direktur Pelaksana, Etiwati selaku Kepala Divisi Pendidikan , Ieke Poelihawati selaku Kepala Jenjang SMPK PENABUR Jakarta, dan Kepala Sekolah BPK PENABUR Jakarta, serta orang tua siswa, peserta didik, dan masyarakat Jakarta lainnya.

Pada media yang juga diundang hadir menikmati sajian spaketakuler tersebut, Ester Junianti, selaku Ketua Panitia  menyatakan bahwa aksi seni ini menyiratkan pesan nasionalisme bagi kaum muda. Pagelaran pun dibikin apik dengan harmonisasi orkestra nan megah. “Menampilkan kebudayaan dan kisah-kisah perjuangan para pahlawan di Indonesia, yang saling bekerjasama untuk memerdekakan negara ini. Diharapkan hal tersebut juga dapat diterapkan kepada para peserta didik kita, yang saling bekerjasama menampilkan sebuah pertunjukan seni, yang melibatkan sekitar 554 remaja dari 17 SMPK PENABUR Jakarta. ” papar Ester.

Dikatakannya pula, pentas senin ini mengangkat kisah perjuangan ‘Sultan Agung’, ‘Pangeran Diponegoro’, ‘Sisingamangaraja’, dan ‘Peristiwa Rengasdengklok’.  Para peserta didik yang terlibat dalam pertunjukan ini terbagi ke dalam 52 penampil seni musik, 150 penampil seni vokal, 153 penampil seni tari, 51 penampil seni rupa, dan 147 penampil seni teater.

Para peserta didik yang tampil dalam kegiatan Art Performance ‘Citraloka Nusantara’ juga merasa antusias dalam melalui setiap proses latihan.  “Saya merasa bangga karena bisa menunjukan bakat bermain drum saya kepada orang lain, apalagi lagu-lagu yang dibawakan bersama teman-teman Orchestra bertemakan perjuangan. Selain itu, saya juga senang bisa bekerjasama dengan teman-teman dari SMPK PENABUR Jakarta lainnya, mereka sangat baik dan juga menyenangkan.” tutur Aurelius Frederic, peserta didik SMPK PENABUR Gading Serpong. “Saya berharap dengan penampilan kami, juga dapat menumbuhkan rasa nasionalisme kepada teman-teman yang menonton pertunjukan ini.” tambah Aurel.

Media berkesenian memang menjadi salah satu cara lembaga pendidikan ini menghantarkan pesan bagi generasi muda.  “BPK PENABUR Jakarta tidak hanya mengembangkan peserta didik dari sisi akademik, tetapi kami juga mengembangkan dari sisi non akademik, salah satunya adalah seni. Melalui seni tradisional yang ditampilkan peserta didik kami, kami ingin mengajak para peserta didik untuk terus menumbuhkan rasa nasionalisme mereka di tengah-tengah era digitalisasi saat ini.” Ungkap Antono Yuwono, Ketua BPK PENABUR Jakarta.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR