ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Tujuh Dasawarsa Mengabdi, BPK PENABUR Setia Menabur Ilmu dan Berbagi

11 Februari 2020
Tujuh Dasawarsa Mengabdi, BPK PENABUR Setia Menabur Ilmu dan Berbagi
Salah satu kegiatan kesenian yang dibawakan SMPK PENABUR Jakarta (PENABUR Jakarta/Dina)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Peristiwa alam di penghujung 2018, menuai duka di bumi pertiwi. Adalah bencana Tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018, yang terjadi jelang tengah malam, melukis keharuan mendalam segenap pihak.  Tanpa diduga sebelumnya, letusan Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda malam itu mengakibatkan gelombang tinggi air laut yang kemudian menyapu daratan daerah pesisir Banten dan Lampung, Indonesia. Sedikitnya 426 orang meninggal dan 7.202 terluka dan 23 orang hilang akibat peristiwa ini.

Peristiwa itu tidak dapat dilupakan oleh keluarga besar Badan Pendidikan Kristen (BPK) PENABUR karena terdapat 36 karyawannya yang sedang berwisata di kawasan Anyer, Banten menjadi bagian yang tersapu tsunami itu. Sebanyak 32 orang dinyatakan selamat meski dalam kondisi terluka sedangkan empat orang di antaranya ditemukan meninggal dunia pada hari Minggu paginya.

“Waktu itu saya melihat bagaimana banyak orang yang bukan dari BPK PENABUR begitu sungguh-sungguh telah berusaha menyelamatkan dan mengevakuasi teman-teman di sana,” kenang Adri Lazuardi yang saat itu baru menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR masa bakti 2018-2022.

Bagi Adri, sapaan akrabnya, dan keluarga besar BPK PENABUR, bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada personel mereka dan juga korban lainnya itu begitu berkesan mendalam. Peristiwa itu menyadarkan kembali BPK PENABUR akan pentingnya sikap peduli kepada sesama tanpa membedakan suku, agama, ras dan antargolongan.

Memetik hikmah dari peristiwa itu, PENABUR kemudian mengembangkan “Gerakan 1.000 Menjadi Berkat” sebagai gerakan kepedulian dan berbagi kepada sesama. Gerakan bersama PENABUR itu dipergunakan untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti bedah rumah dan sekolah, rumah ibadah yang diperbaiki, selain itu juga diperuntukkan sebagai bantuan pengobatan kepada para guru dan karyawan pensiunan dari “Gerakan 1.000 Menjadi Berkat” itu.

Tantangan bagi PENABUR ke depan bukan hanya berani berubah dalam kemajuan zaman, tetapi juga semakin peduli dan berbagi. Oleh karena itu tagline yang digunakan PENABUR dalam rangka perayaan tujuh dasawarsa BPK PENABUR pada tahun 2020 adalah “Berani Berubah, Semakin Peduli dan Berbagi”.

Sebagai sebuah organisasi besar, angka 70 tahun bukanlah suatu perjalanan yang pendek bagi BPK PENABUR. Pengabdian BPK PENABUR bagi Indonesia bermula ketika bahtera bernama Badan Pendidikan Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee Khu Hwee Djawa Barat (BP THKTKHKH Djabar) berkiprah sejak 5 tahun setelah Indonesia Merdeka.

BPK PENABUR yang dinahkodai Adri Lazuardi memaknai 70 tahun sebagai perayaan bersyukur atas anugerah Tuhan karena hingga pada hari ini lembaga pendidikan PENABUR masih dapat bertahan dan sehat melayani Indonesia. BPK PENABUR juga mencatat banyak alumninya yang sudah menjadi orang besar dalam karya dan pekerjaannya masing-masing.
“Kita bersyukur bahwa di Negara Indonesia yang begitu besar dan Kristen bukanlah mayoritas, kita masih diberikan kesempatan memberi warna bagi Indonesia dan warna Indonesia itu diciptakan oleh para lulusan PENABUR dengan segala macam kiprah mereka,” kata mantan Ketua BPK PENABUR Jakarta periode 2014-2018 itu. 

Alumnus BPK PENABUR telah mengabdi dan terus berkontribusi untuk Indonesia, beberapa di antaranya pakar jantung Indonesia Profesor dokter Teguh Santoso, tokoh catur nasional Eka Putra Wirya, mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, bintang film yang sekarang menjadi produser sekaligus sutradara Henky Solaiman, Maria Felicia Gunawan pembawa bendera pusaka dalam upacara kenegaraan HUT Ke-70 RepubIik Indonesia, juara The Voice of Germany 2019 Claudia Emmanuela Santoso, dan masih banyak lagi lainnya yang berprestasi pada ajang nasional dan internasional.

BPK PENABUR bersyukur dapat merasakan pahit dan manisnya mengelola lembaga pendidikan Kristen di Indonesia dalam rentang 70 tahun. Data PENABUR hingga saat ini ada sebanyak 164 sekolah yang dikelola di 15 kota dengan kurang lebih 52.000 siswa dan 5.400 guru dan karyawan. Jumlah yang cukup besar untuk sebuah yayasan pendidikan, diakui Adri sebagai suatu tanggungjawab tersendiri untuk mempertahankannya dan terus mengembangkannya ke depan. 

BPK PENABUR tak menampik bahwa di tengah perubahan zaman dan banyaknya yayasan pendidikan yang collapse. Dari 15 kota yang dikelola BPK PENABUR sendiri ada delapan kota yang mengalami defisit, kata Adri, namun bagaimana BPK PENABUR menyikapi hal itu?  “Pertama, itu anugerah Tuhan. Kedua, pengurus dan para pihak yang duduk di dalam PENABUR itu punya komitmen. Kalau bicara PENABUR hari ini apakah masih dapat bertahan atau enggak, itu semua karena anugerah Tuhan dan komitmen dari kepemimpinan pengurus yang berganti tiap periodenya,” tuturnya.

Dalam membawa kapal besar BPK PENABUR, Adri mengaku berpegang pada Injil Lukas 17:10,“Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” Baginya, kalau mau melayani itu harus mengingat kata pentingnya yaitu “pelayan” atau doulos yang diartikannya sebagai pelayan meja. Pelayan yang hanya melayani meja besar dan bagaimana pelayanannya itu dapat berlangsung dengan benar dan baik.

Sebagai ungkapan syukur, BPK PENABUR mengusung tema “Kepadamu Indonesia Aku Mengabdi” pada perayaan puncak 70 tahun. Esensi tema pada 70 tahun ini, kata Adri, sekaligus sebagai harapan untuk 70 tahun ke depan dan selanjutnya PENABUR dapat tetap eksis, menyesuaikan zaman, dan juga menggali potensi-potensi baru.  “BPK PENABUR terus berkomitmen membangun karakter anak-anak didik melalui Pendidikan Karakter Bernilai-nilai Kristiani (PKBN2K) dalam rangka menghadapi kemajuan zaman,” katanya.

Selain kegiatan internal membangun dan mengembangkan karakter anak-anak didiknya, BPK PENABUR juga terus melakukan kegiatan eksternal dengan menjalin kerja sama dengan banyak sekolah dan lembaga pendidikan lainnya di Tanah Air, mulai dari Medan di Sumatera Utara, Kalimantan, Sulawesi, Ambon, Jayapura, hingga Sumba Barat - NTT.

BPK PENABUR dalam resolusinya juga terus berbagi dan melayani untuk Ibu Pertiwi, misalnya dengan mengirimkan guru-guru terbaiknya untuk membantu sejumlah sekolah di Indonesia. Contohnya di Ambon, BPK PENABUR memberikan bantuan dalam rangka persiapan ujian nasional dan di Tanah Papua, BPK PENABUR juga memberikan pelatihan kepada guru-guru di sana.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR