ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Perjalanan Panjang Pengabdian BPK PENABUR bagi Negeri

13 Februari 2020
Perjalanan Panjang Pengabdian BPK PENABUR  bagi Negeri
Karya seni siswa SMPK PENABUR Jakarta (BPK PENABUR/Dina)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Menjalani pelayanan di bidang pendidikan selama kurun waktu 70 tahun, bukanlah masa yang pendek. Bak bahtera yang kokoh berlayar, Badan Pendidikan Kristen (BPK) PENABUR, berkomitmen menebarkan layar pengabdian mencerdaskan putra-putri bangsa, tanpa memandang perbedaan. Ikrar mengabdi bagi negeri ini pun, dijalani tanpa keriuhan berarti. Hingga akhirnya lembaga ini dikenal sebagai ‘produsen’ pencetak ilmuan muda di tingkah nasional maupun internasional.

Tentu hal ini sangat tergantung pada sang nahkoda yang mampu mengendalikan kapal hingga lancar berlayar. Adalah Adi Lazuardi sebagai Ketua Yayasan BPK PENABUR, yang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan satuan pendidikan ini, hingga tetap berkiprah gemilang, sampai di titik tujuh dasawarsa ini. 

Atas keberhasilan ini, Adi menghantar syukur BPK PENABUR mampu berkembang seiring perkembangan jaman yang demikian maju. “Maka saya pun menyebut peringatan 70 tahun ini, sebagai perayaan syukur pengabdian BPK PENABUR telah melayani Indonesia sepanjang waktu ini,” ungkap Adi.  Menurutnya, rangkaian sejarah yang menghantarkan lembaga tersebut pada titik pencapaiannya itu, akan digelar dengan mengusung tema ‘Kepadamu Indonesia Aku Mengabdi’.

Pengabdian ini dibuktikan dengan beragamnya penghargaan akademik maupun non akademik yang telah diraih sekolah ini. Tak cuma itu, para alumni juga memberi sumbangsih berarti bagi negeri. Di bidang medis, tersebut nama Profesor Teguh sebagai ahli Jantung. Mantan Menteri Perdagangan, Enggartiasto, juga pernah tercatat sebagai siswa BPK PENABUR. Di panggung non akademik, terdapat nama Eka Putra Wiria sebagai Pembina PERCASI, Henky Sulaiman sebagai Sutradara, dan sederet nama lainnya yang menunjukan dedikasi kepada bangsa, yang dilahirkan dari sekolah ini.

Menurut Adi, kiprah mereka pun tak lepas dari kemampuan diri untuk maju dan berubah menyesuaikan perkembangan jaman. Maka ketika ia terpilih sebagai Ketua, pada pelantikan Pengurus Harian tanggal 27 Oktober 2018 lalu, Adi pun menetapkan tema ‘Berani Berubah’. Moto ini pun menjadi inspirasi pelayanan sepanjang pengabdiannya menjadi nahkoda. “Waktu itu saya melihat, sudah waktunya BPK PENABUR sebagai kapal besar, untuk berubah. Inilah modal kita, termasuk cara pandang kita untuk melihat 70 tahun ke depan,” tandas Adi.

Salah satunya, memanfaatkan teknologi dengan bijaksana bagi kemajuan. “Saya menyebutnya behin the gun,” kata Adi. Untuk itu, lanjutnya, penggunaan teknologi harus dibarengi dengan pembangunan karakter melalui Pendidikan Karakter Bernilai-nilai Kristiani (PKBN2K). Tema inilah yang akan menjadi model pembelajaran di lingkungan BPK PENABUR. Bertepatan juga dengan tema yang menjadi fokus pendidikan nasional, yaitu Merdeka Belajar. “Jadi esensi kita 70 tahun ini bagaimana juga nanti kita berharap 70 tahun ke depan PENABUR tetap eksis, harus ada penyesuaian pada zaman, bagaimana juga mengali potensi-potensi baru,” papar Adi.

Potensi yang membanggakan adalah, akan diresmikannya Robot IA yang akan ditempatkan di SMAK 1 BPK PENABUR Bandung. Teknologi ini akan memudahkan pencaharian seputar personil di lembaga tersebut. Adi pun telah melihat protype robot tersebut yang ditempatkan di lobby sekolah tersebut.

Pengamalan Tema  “Kepadamu Indonesia Aku Mengabdi”

Tahun ini, menandai 70 Tahun pengabdiannya, BPK PENABUR mengusung tema ‘Kepadamu Indonesia Aku Mengabdi’ Ungkapan ini sebagai rasa syukur setelah melalui tujuh dekade jaman, BPK PENABUR telah menebar bibit ilmu yang ada di 164 sekolah di 15 kota yang ada di Indonesia. Sekitar 52.000 siswa serta 5.400 guru dan karyawan bernaung dalam lembaga pendidikan ini.

Sebaran pendirian satuan pendidikan ini, terdapat di kota-kota besar, semisal Medan, Batam, Riau, Palangkaraya, Semarang, Yogyakarta. Dan menurut Adi, Provinsi Sumatera Barat pun mengajukan permohonan pembukaan sekolah ini.

Namun tidak hanya di daerah-daerah itu saja BPK PENGABUR menaburkan ilmu. Pelosok daerah pun, menjadi wilayah pelayanan lembaga tersebut. Provinsi Papua dan Maluku, juga disasar sebagai daerah pelayanan suluh ilmu, baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi. Contohnya, sebuah universitas di Sorong – Papua, yang bermaksud mengembangkan ilmu Kedokterannya, mengajukan permohonan kemitraan dengan BPK PENABUR dalam pengelolaannya.  “Ini bukti bahwa BPK PENABUR berkiprah di banyak tempat, termasuk kawasan timur Indonesia” ungkap Adi.

Program selanjutnya, BPK PENABUR akan melebarkan sayap layanan pendidikannya di wilaya Sulawesi. “Tahun ini kami akan memogramkan para guru mengikuti pelatihan-pelatihan di daerah, khususnya Sulawesi. Wilayah Kalimantan pun, juga sudah mengakukan permohonan,” papar Adi.

Selain di tingkat nasional, di lingkungan satuan pendidikan pun, para pengajar dan siswa yang bernaung di lembaga ini pun, melakukan gerakan moral bersama bagi sesama. Tema yang telah ditetapkan, akan direalisasikan dalam sebuah aktivitas sosial bertajuk ‘Gerakan 1.000 Menjadi Berkat’.

Hasil urunan ini akan dimanfaatkan bagi sesama yang membutuhkan, khususnya yang berada di luar kota Jakarta. Misalnya pembangunan infrastruktur perairan, bagi yang mengalami kesulitan pengadaan air atau pemberdayaan rumah layak huni. Saat ini, pihak pengurus telah menetapkan daerah mana saja yang memerlukan bantuan.
“Jadi perayaan 70 tahun ini tidak hanya mengutamakan kemeriahannya, namun yang paling penting adalah semangat untuk menunjukkan rasa nasionalisme kita dan juga perasan peduli dan berbagi,” tutur Adi.

Peringatan yang menandai sejarah ini, akan diisi dengan berbagai kegiatan. Misalnya, seminar dan pelatihan-pelatihan. Puncak dari rangkaian tersebut, akan dirayakan pada tanggal 22 Agustus 2020.  “Rencananya di tanggal tersebut, mulai pagi hingga malam hari, kita akan mengisinya dengan ragam kegiatan dan pertunjukan misalnya seni, musik, dan catur. Untuk kegiatan catur, kami bekerjasama dengan pihak Percasi. Dan pada malam harinya sebagai puncak peringatan, akan diadakan sebuah perayaan,” papar Adi.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR