ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Sri Widiyantoro Terpilih Sebagai Rektor Universitas Kristen Maranatha, Periode 2020-2024

03 Maret 2020
Sri Widiyantoro Terpilih Sebagai  Rektor Universitas Kristen Maranatha,  Periode 2020-2024
Pelantikan Sri Widiyantoro Terpilih Sebagai Rektor Universitas Kristen Maranatha (Istimewa)

BANDUNG, SCHOLAE.CO - Pada sebuah pengukuhan Profesor Sri Widiyantoro terpilih sebagai  Rektor Universitas Kristen Maranatha, masa bhakti  2020-2024. Pelantikan tersebut dilaksanakan pada Senin,  2 Maret 2020 berlokasi di kampus Jl. Surya Sumantri No. 65, Sukawarna, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat.

Pemilihan pucuk pimpinan tertinggi di kampus tersebut, juga adalah untuk terus menciptakan generasi yang inovatif, responsif, kreatif, serta terampil yang merupakan fungsi dari sebuah kampus atau perguruan tinggi.

Hal ini tergambar jelas dari UU No. 12 Tahun 2012 tentang perguruan tinggi. Untuk itulah, Universitas Kristen Maranatha yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat menciptakan misi untuk mengembangkan cendekiawan yang andal berdasarkan ilmu pengetahuan, seni, serta teknologi abad ke-21 dengan berlandaskan kasih dan keinginan untuk saling bekerja sama satu dengan yang lain.

Kampus Maranatha telah berdiri selama kurang lebih 55 tahun, tepatnya di tahun 1965. Maranatha telah mencetak puluhan ribu generasi penerus bangsa yang cerdas serta mumpuni dalam bidang ilmu pengetahuan, serta berkarakter unggul dalam iman kristiani. "Misalnya, Steven Nagar alumni Sistem Informasi tahun 2007 yang menjadi CEO Samsung Plaza Region Jawa Barat, Castelia Natalia alumni DKV 2005 yang memiliki bisnis sendiri bernama Castelia Project, Yusak O. Susilo alumni Teknik Sipil 1994 yang sekarang menjadi Associate Professor di KTH Royal Institute of Technology, Stockholm, juga dokter-dokter terbaik lulusan FK Maranatha yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dan masih banyak lagi,” ungkap Ir. Arif Suryanto, Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha.

Hal itu juga diamini Steven Nagar, yang juga berperan di youtube channel Universitas Kristen Maranatha. “Saya melihat kampus ini sudah lama berdiri, fasilitasnya komplit (perpustakan, peralatan pendukung perkuliahan, fasilitas pendukung kegiatan), dosennya lulusan terbaik (S-3 dan ada juga yang berasal dari kampus luar negeri), serta memiliki akreditasi yang bagus. Setelah masuk, saya merasa senang karena ilmu yang didapatkan tidak hanya berdasarkan teori dari buku, tetapi juga secara praktiknya pun lebih banyak. Seperti saya diajarkan secara langsung mengenai teknis pemasaran suatu retail oleh dosen saya, dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, saya menjadi percaya diri berkuliah di Universitas Kristen Maranatha,” tutur Steven.

Untuk terus mewujudkan visi dan misinya, Universitas Kristen Maranatha pun terus berkarya untuk mencetak SDM unggul Indonesia melalui kepemimpinan rektor yang baru. Pada Senin, 2 Maret 2020 berlokasi di kampus Jl. Surya Sumantri No. 65, Sukawarna, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat, pelantikan rektor Universitas Kristen Maranatha masa bakti 2020-2024 berlangsung. “Tekad kami adalah untuk mewujudkan Universitas Kristen Maranatha yang locally relevant- nationally respected, yakni menyiapkan lulusan berkarakter unggul, profesional, siap bekerja, serta dapat menciptakan lapangan kerja baru di era disrupsi," ungkap Steven.

Meningkatkan Program Kerja Initiative, Collaboration, Excellence

Hal ini diwujudkan ke dalam program kerja yakni ‘Initiative, Collaboration, Excellence (ICE)’.  "Initiative, berfokus pada pengembangan SDM unggul, meningkatkan jumlah mahasiswa, mengembangkan kurikulum yang tepat, juga pengembangan kawasan kampus baru di Kota Baru Parahyangan. Collaboration, ditekankan pada kerja sama yang mutualistis dengan para stakeholder, termasuk para alumni. Kami ingin terus menjalin dan meningkatkan kerja sama dengan universitas nasional maupun internasional, lembaga pemerintah, serta lembaga swasta/industri. Excellence, ditekankan pada pengutamaan kualitas dalam setiap kegiatan untuk mencapai hasil yang terbaik. Mentalitas untuk selalu mengusahakan yang terbaik sangat perlu untuk ditumbuh-kembangkan pada setiap individu keluarga besar Maranatha,” ujar Profesor Sri Widiyantoro, Rektor periode 2020-2024.

Profesor Sri Widiyantoro adalah lulusan S-1 dari Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Geofisika dan Meteorologi (1981-1986); S-2 dari Geophysical Institute, Kyoto University, Jepang (1990-1992); S-3 dari Australian National University, Canberra (1994-1997); dan Program Profesi Insinyur dari Institut Teknologi Bandung (ITB) (2018- 2019).

Sampai dengan sekarang, Universitas Kristen Maranatha memiliki sekitar 8.000 mahasiswa aktif dan telah mencetak lulusan lebih dari 40.000 SDM unggul Indonesia. Universitas Kristen Maranatha memiliki 28 Program Studi dan 9 Fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Psikologi, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Bahasa & Budaya, Fakultas Seni Rupa & Desain, Fakultas Teknologi Informasi, dan Fakultas Hukum yang masing-masing memiliki keunggulan khas.

Universitas  Kristen Maranatha Fokus pada Pendidikan SDM Unggul

Saat ini Universitas Kristen Maranatha telah membuka dua program studi baru, yaitu Program Sarjana Arsitektur dengan keunggulan aspek creativepreneurship, dan Program Magister Ilmu Komputer yang berfokus pada analisis big data. Sementara itu, untuk Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi, telah memiliki fasilitas rumah sakit yang dapat dirasakan juga manfaatnya oleh masyarakat umum.

Rumah sakit tersebut adalah RSGM Maranatha dan RS UKM (Unggul Karsa Medika), di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha (YPTKM). “Sebagai pengurus yang baru, kami telah mempersiapkan diri untuk menjalankan visi UK Maranatha. Persiapannya yakni dengan melakukan penyempurnaan pada Standar Perguruan Tinggi Universitas Kristen Maranatha 2.0, melakukan pengembangan pada Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (Sister), memperbarui Sistem Akademik Terpadu (SAT) untuk pelayanan akademik mahasiswa yang prima, mengembangkan pembelajaran digital dalam menghadapi era disrupsi, rencana mendirikan Fakultas Pendidikan agar menghasilkan tenaga pendidik atau guru unggul sehingga dapat berkontribusi pada pendidikan SDM unggul di Indonesia, dan masih banyak lagi,” tutur Profesor Sri Widiyantoro secara luas.

Dalam jangka pendek Universitas Kristen Maranatha juga telah menyiapkan beberapa program khusus untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat luas di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah berupa program beasiswa untuk bidang olahraga dan seni, beasiswa “Inspirasi bagi Negeri” untuk keluarga TNI/POLRI, hingga beasiswa “Maranatha Peduli” untuk mendukung siswa yang membutuhkan, dengan dukungan pembiayaan penuh sampai mahasiswa tersebut lulus.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR