ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Revolusi Industri

01 Mei 2020
Revolusi Industri
Tahapan revolusi industri (Net)

Oleh : Mirna Akay
 
LATAR BELAKANG

Revolusi biasanya diartikan sebagai suatu perubahan yang terjadi secara cepat, perombakan, pembaharuan yang radikal, mengganti tatanan lama menjadi tatanan baru dari kehidupan masyarakat. Namun revolusi lebih sering diartikan orang sebagai suatu pemberontakan. Revolusi biasanya didahului oleh adanya evolusi melalui proses yang cukup matang. Meskipun antara revolusi dan evolusi memiliki pengertian yang berbeda namun antara keduanya sulit dipisahkan. 

Revolusi sering juga dilukiskan sebagai suatu perubahan mendasar yang dapat berakibat mempengaruhi pola pikir masyarakat atau rakyat, kehidupan, dan cara-cara menata pemerintahan. Revolusi industri memicu tibulnya berbagai peristiwa yang menjadikan manusia mengerti arti human nature dan lingkungan masyarakat. 

Terjadi berbagai perubahan dalam industri barang-barang dan dalam perdagangan selama tahun 1700 yang mengantarkan pada peristiwa revolusi. Revolusi industri menghasilkan cara-cara menggunakan metode-metode produksi dan pola-pola baru dalam kehidupan ekonomi. Pada revulusi industri, perubahan tidak hanya terjadi pada aspek industri, namun juga mengubah kehidupan masyarakat di berbagai aspeknya. Revolusi industri diwarnai oleh berbagai perubahan. Perubahan cara kerja yang radikal dari penggunaan tenaga manusia menjadi cara kerja dengan tenaga mesin yang bekerja secara mekanis. Dengan ini dimulailah zaman mesin yang memberi sumbangan positif maupun negatif bagi masyarakat 

A.    Pengertian Revolusi Industri 

Pengertian revolusi industri mengacu pada dua hal. Pertama, adalah perubahan cepat dalam teknologi pembuatan barang-barang. Kedua, adalah perubahan dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dunia. Pada pengertian pertama dapat dikatakan bahwa revolusi industry telah merubah proses dan cara kerja manusia dalam menghasilkan suatu barang. Sebelumnya pembuatan barang-barang dilakukan secara manual dengan hanya menggunakan tangan dan kaki manusia, sedangkan pasca revolusi industry pembuatan barang-barang menggunakan bantuan alat-alat mekanik dan otomatis.

Pembuatan barang-barang yang pada awalnya hanya mengandalkan kecepatan tangan dan kaki mengalami perubahan pasca revolusi industri. Tenaga manusiahanya sedikit diperlukan karena proses pengerjaan lebih banyak dilakukan oleh alat-alat yang bekerja secara otomatis dan digerakkan oleh tenaga mesin. Hasilnya pun akan sangat berbeda. Secara manual hanya dihasilkan barang dalam  jumlah sedikit dan lama, sedangkan dengan bantuan mesin, barangbarang yang dihasilkan pun akan lebih banyak dan prosesnya cepat. Pengertian kedua yaitu perubahan dalam bidang sosial dan ekonomi berkaitan dengan terjadinya perubahan yang besar dan cepat dari pola ekonomi agraris menjadi pola ekonomi industri.

Pada masa sebelum berkembangnya revolusi industri, mata pencaharian yang umumnya berkembang di masyarakat adalah pertanian. Tentu saja hal ini akan menghasilkan budaya masyarakat pertanian. Pasca revolusi industri, mata pencaharian masyarakat semakin beragam dan lebih banyak berada pada sektor industri. Kegiatan produksi yang dilakukan pada masa sebelum dikenalnya revolusi industri lebih bersifat industri rumahan. Di Eropa dikenal dengan istilah gilda yang merujuk pada suatu bengkel kerja atau tempat usaha pembuatan barang-barang. Umumnya barang-
  
barang yang dibuat di gilda tersebut adalah alat-alat pertanian dan rumah tangga. Setiap gildahanya membuat satu jenis barang saja, sehingga dikenal berbagai macam gilda, misalnya gilda tas, gilda sepatu, gilda kursi, dan sebagainya. Gilda baru akan bekerja bila ada pemesanan dari masyarakat. Biasanya pemesannya adalah kelompok masyarakat kelas atas, sebab harga-harga barang yang dijual gilda sangat mahal sehingga tidak terjangkau oleh masyarakat banyak. 

Istilah revolusi industri diperkenalkan untuk pertama kalinya oleh FriedrichEngels dan Louis-Auguste Blanqui pada pertengahan abad ke-19. Tidak jelas penanggalan secara pasti tentang kapan dimulainya revolusi industri. Tetapi T.S. Ashton mencatat permulaan revolusi industri terjadi kira-kira antara tahun 1760-1830. Revolusi ini kemudian terus berkembang dan mengalami puncaknya pada pertengahan abad ke-19 , sekitar tahun 1850, ketika kemajuan teknologi dan ekonomi mendapatkan momentum dengan perkembangan mesin tenaga-uap, rel, dan kemudian di akhir abad tersebut berkembang mesin kombusi dalam serta mesin pembangkit tenaga listrik. 

B.    Sebab-sebab terjadinya Revolusi Industri 

Revolusi Industri untuk kali pertamanya muncul di Inggris. Adapun faktor-faktornya yang menyebabkannya adalah sebagai berikut: ·

Situasi politik yang stabil. Adanya Revolusi Agung tahun 1688 yang mengharuskan raja bersumpah setia kepada Bill of Rightsehingga raja tunduk kepada undang-undang dan hanya menarik pajak berdasarkan atas persejutuan parlemen. ·
 
Inggris kaya bahan tambang, seperti batu bara, biji besi, timah, dan kaolin. Di samping itu, wol juga yang sangat menunjang industri tekstil. ·
 
Adanya penemuan baru di bidang teknologi yang dapat mempermudah cara kerja dan meningkatkan hasil produksi, misalnya alat-alat pemintal, mesin tenun, mesin uap, dan sebagainya. · 

Kemakmuran Inggris akibat majunya pelayaran dan perdagangan sehingga dapat menyediakan modal yang besar untuk bidang usaha. Di samping itu, di Inggris juga tersedia bahan mentah yang cukup karena Inggris mempunyai banyak daerah jajahan yang menghasilkan bahan mentah tersebut. · 

Pemerintah memberikan perlindungan hukum terhadap hasil-hasil penemuan baru (hak paten) sehingga mendorong kegiatan penelitian ilmiah. Lebih-lebih setelah dibentuknya lembaga ilmiah Royal Society for Improving Natural Knowledge maka perkembangan teknologi dan industri bertambah maju. · 

Arus urbanisasi yang besar akibat Revolusi Agraria di pedesaan mendorong pemerintah Inggris untuk membuka industri yang lebih banyak agar dapat menampung mereka. 
  
C.    Kehidupan Sosial Ekonomi Eropa Pada Masa Pra-Revolusi 

Industri Revolusi Industri berkembang pertama kali di Inggris. Kondisi kehidupan sosial ekonomi Eropa sebelumnya terjadinya Revolusi Industri sangat mempengaruhi munculnya momentum ini di Inggris. Kehidupan sosial ekonomi Eropa pada masa sebelum munculnya Revolusi Industri ditandai dengan berkembangnya tata kehidupan agraris yang bercorak feodal. Kondisi ini mulai berubah ketika meletus perang salib (1096-1291) yang memberi ruang hubungan antara negara-negara Eropan dengan dunia Timur. Kebutuhan yang sama akan barang-barang keperluan hidup antara kedua wilayah ini mendorong terbentuknya hubungan perdagangan. Hal tersebut juga mendorong munculnya kota-kota dagang Eropa seperti Florence, Venesia, Genoa, dan lain-lain. 

Munculnya kota-kota dagang inikemudian diikuti dengan munculnya usaha-usaha industri bersekala kecil yang disebut industri rumah tangga (home industry). Hingga tahun 1200, industri rumah tangga semakin berkembang dengan terbentuknya gilda. Gilda adalah persekutuan industri rumah tangga sejenis hak yang mendapat monopoli dan perlindungan pemerintah. 

Tahun 1350, di Eropa mulai terbentuk perserikatan kota-kota dagang yang disebut hansa. Hansa dimaksudkan untuk melindungi usaha perdagangan secara mandiri. Dengan pekembangan ini, Eropa mulai memasuki tahap masyarakat industri yang digerakkan oleh sektor perdagangan. Sejak abad ke-14, Inggris di bawah perlindungan Raja Edward III mulai membangun industri-industri laken (sejenis kain wol). 

D.    Revolusi di Inggris 

Semenjak era Renaissance, ilmu pengetahuan telah berkembang pesat. Para ilmuwan menciptakan penemuan baru. Penemuan besar yang menjadi titik balik revolui industri adalah mesin uap yang ditemukan oleh James Watt pada tahun 1769. Mesin uap segera dimanfaatkan untuk menggerakkan mesin-mesin industri terutama pada pabrik-pabrik tekstil. 

Selain mesin uap, penemuan lain yang mendorong munculnya revolusi industri dilakukan oleh Abraham Darby. Insinyur berkebangsaan inggris ini berhasil menggunakan batu bara untuk melelehkan besi dengan hail yang lebih baik. Dengan kedua penemuan ini, momentum revolusi industri di Inggri mulai menemukan bentuk. Pemerintah Inggris mulai menetapka langkah-langkah untuk mengembangkan sektor industri, terutama industri wol. Langkah-langkah yang ditempuh tersebut antara lain sebagai berikut. 

1. Melarang usaha ekspor bahan baku wol ke luar negeri. 
2. Membangun pusat-pusat industri wol sebagai industri berbasis rumah tangga. 
3. Mengundang penemu-penemu untuk membimbing para pekerja di inggris. 

Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut didukung pula dengan situasi politik dan keamanan di Inggris yang relatif stabil dibanding negara-negara lain di Eropa.

Proses Revolusi Industri Terjadi 

Revolusi industri ini ditandai dengan adanya perubahan ekonomi dan teknik yang terjadi di Inggris pada abad XVIII dan XIX. Untuk membahas terjadinya revolusi industri kita terlebih dahulu membahas berbagai masalah yang mendahului terjadinya revolusi, seperti Revolusi Agraria, Pertekstilan, Transportasi, dan Industri Besi dan Baja.

1)    Revolusi Agraria Faktor 
penting dalam revolusi industri adalah terjadinya perubahan-perubahan dalam bidang pertanian yang kemudian disebut sebagai revolusi agraria. Sitem pembagian tanah untuk tujuan penggrapan yang berlangsung dan merupakan warisan feodal abad pertengahan tidak dapat dipertahankan lagi, lebih-lebih pada awal abad XVIII mulai terasa terjadinya pertambahan penduduk. Sistem manor yang menempatkan kedudukan lord dan petani, corak ekonomi rumah tangga alam yang harus memenuhi kebutuhan sendiri secara lambat laun mulai berubah kearah perdagangan pertanian menuju pada sasaran hasil panen untuk kepentingan pasar.

Pada pertengahan abad XVIII terjadi gerakan pemagaran yang dianggap sebagai gerkan revolusi Agraria di Inggris. Pera pemilik tanah memiliki keinginan untuk meningkatkan hasil pertanian dan pertenakan dengan metode-metode baru yang ditemukan oleh Jethro Tull, Lord Charles Townshend, dan Robert Bakewell.

Sistem pemagaran dan ladang tertutup ini sangat menguntungkan bagi pemilik tanah yang sebagai petani besar mengelola ladangnya sendiri namun sangat tidak menguntungkan bagi golongan petani kecil yang pada akhirnya mereka terpaksa menjual tanahnya kepada petani besar. Dengan demikian mereka menjadi orang-orang yang tidak memiliki tanah dan untuk mencari nafkah mereka menjadi buruh di usaha-usaha pertanian besar ataupun pabrik-pabrik yang sudah banyak mulai bermunculan. Meskipun sistem pemagaran dan ladang tertutup ini memberikan dampak negatif pada para petani kecil, tetapi dilihat dari kepentingan bangsa Inggris secara keseluruhan, sistem ini merupakan suatu keharusan. Berkat sistem ini produksi pertanian dan peternakan dapat ditingkatkan. Peningkatan ini sangat perlu mengingat terjadinya peningkatan jumlah penduduk di Inggris. Dari pertengahan hingga akhir abad XVIII penduduk Inggris dan Wales meningkat dari 6  juta menjadi 9 juta, dan seabad kemudian bahkan meningkat menjadi 36 juta jiwa.

Revolusi Agraria telah menempatkan metode baru di bidang pertanian sehingga mendorong lebih cepatnya hasil-hasil pertanian seiring dengan laju pertambahan penduduk pada masa itu. Akibat Revolusi Agraria telah ditemukan tehnik unsur kimia untuk pertanian yang diciptakan oleh Von Liebig, seorang sarjana kimia bangsa Jerman (1840) yaitu melalui pemupukan yang mengandung unsur-unsur kimia, tanah bisa menjadi lebih subur dan banyak menghasilkan tanaman-tanaman pangan.

2).  Revolusi Pertekstilan 

Setelah tahun 1500 beberapa penemu alat pintal berhasil. Pemakaian cara kerja mesin pintal dan tenun mendorong terjadinya Revolusi Pertekstilan. Dapat kita katakan bahwa Revolusi Pertekstilan merupakan awal Revolusi Industri. Alat untuk memisahkan biji-biji kapas yang masih terbuat dari kayu membutuhkan banyak tenaga manusia dan hal ini dinilai tidak efisien mengingat kebutuhan sandang sejak Abad XVIII di Eropa mulai meningkat. Seperti kita ketahui bahwa pada masa itu sumber bahan mentah kapas (tree wool) diimpor dari dunia timur dan proses pembuatan bahan sandang masih manual termasuk pembuatan kain wool. John Kay of Bury (d.1764) telah menemukan pengganti perkakas tenun manual dengan menggunakan mesin yang pertama.

Penemuan alat ini mendorong percepatan cara kerja alat itu dalam memproses pembuatan kain. Dalam tahun 1700, produksi tekstil terbesar dan terkenal adalah Inggris. Akibat uang melimpah, orang-orang dapat menanam modalnya dalam pemakaian mesin baru. Penemuan masin-mesin baru ini mendorong banyak didirikan pabrik-pabrik tekstil yang didirikan di tepi sungai-sungai deras karena daya pengeraknya adalah air bukan lagi manusia. Namun setelah menggunakan tenaga uap, pabrik-pabrik dapat didirikan dimanapun.

Penggantian dari tenaga manusia ke tenaga mesin yang bersifat mekanis, tidak terlepas dari pertumbuhan penduduk Eropa yang meningkat. Daerah-daerah koloni Inggris khususnya di Amerika Utara sangat membutuhkan sandang dan untuk mencukupi hal tersebut, jumlah produksi harus ditingkatkan secara cepat melalui penggunaan mesin. James Hargreave, Richard Arkwright, dan Elie Whitney merupakan para penemu mesin baru dan berjasa menemukan cotton gin yaitu mesin pemisah biji kapas dan memudahkan kapas tampak lebih putih. Sejak digunakan cotton gin dalam waktu sehari menghasilkan ratusan pound kapas bersih dan produksi kapas di Amerika Serikat melonjak tajam dari 189.000 pound pada tahun1791 menjadi 2.000.000 pound dalam tahun 1860, dan patahun 1900 menjadi 5.000.000 pound. Persaingan tekstil dari dunia Timur mendorong para pengusaha tekstil Inggris untuk merebut kembali pasarannya di dalam negeri maupun di Eropa dan harus dilakukan perubahan peningkatan produksi maupun kualias barang. Untuk memenuhi hal tersebut perlu diciptakan mesin-mesin alat produksi baru.

3)    Revolusi Transportasi 

Pertengahan Abad XVIII, pengangkutan barang dari satu tempat ke tampat lain sangat lamban dari pada zaman pemerintahan Roma 15 abad sebelumnya dikarenakan buruknya kondisi jalan-jalan. Jalan-jalan hampir tidak dapat dilalui pada musim dingin, dan kuda-kuda beban serta sapi-sapi penarik merupakan satu-satunya alat pengangkut yang dapat digunakan. Sebagian besar kehidupan ekonomi di Inggris terpusat di daerah-daerah bagian timur, selatan, dan disekitar kota London, dan pengangkutan barang lewat sungai-sungai dirasa sudah mencukupi mengakibatkan belum adanya penanganan yang serius untuk memperbaiki jalur perhubungan sampai pada pertengahan abad ini.

Sarana transportasi berupa jalan-jalan, jembatan-jembatan, dan alat angkutan harus disiapkan dengan baik baru disadari oleh Inggris sejak digunakannya batu bara sebagai bahan bakar 
  
pengecor besi dan pengerak mesin-mesin uap. Kehidupan ekonomi sebagian besar berubah ke utara karena pabrik-pabrik baru hampir semuanya berlokasi di utara agar dekat dengan tambang-tambang batu bara. Prasarana jalan amat penting untuk mengangkut bahan-bahan mentah serta keperluan-keperluan lainya ke pabrik-pabrik dan perkampungan-perkampungan industri. Hal ini mempermudah dan memperlancar pengangkutan barang-barang jadi dari daerah-daerah industri ke segala penjuru negeri bahkan kesegala penjuru dunia. Kaum industrialis mendesak pemerintahan agar jalan-jalan segera diperbaiki dan Parlemen memberikan respon positif dengan perusahaan dengan apa yang dinamakan Turnpike Acts yaitu undang-undang yang memberi wewenang kepada para tuan tanah dan usahawan yang berniat untuk membangun dan memelihara jalan-jalan serta memungut bayaran dari orang-orang yang menggunakan jalan tersebut. Dengan adanya undang-undang itu maka, dalam waktu yang tidak lama jaringan jalan- jalan yang agak bermutu telah dibangun di Inggris dibawah kekuasaan para pemegang Turnpike namun jalan-jalan itu masih sukar ditemui apalagi saat musim dingin. 

Baru pada awal Abad XIX dapat dibagun jalan-jalan yang tahan terhadap segala cuaca setelah Telford dan John Mac Adam menemukan cara-cara ilmiah untuk membangun jalan. Sementara itu,  jalan-jalan yang masih kurang baik dan pungutan yang dirasa memberatkan bagi pengguna mendorong Duke of Brigewater untuk mengali saluran-saluran yang dapat digunakan sebagai sarana angkutan air. Hal ini segera diikuti oleh pengusaha lain sehingga dalam waktu yang relatif singkatjaringan saluran yang silang menyilang didaratan Inggris telah meliputi ratusan mil. Awal abad XIX dilakukan percobaan-percobaan dengan kapal-kapal yang digerakkan oleh tenaga mesin uap dengan hasil yang cukup memuaskan.

Pada tahun 1820-an, kereta api pertama dicobakan dengan hasil yang memuaskan pula. George Stephenson (1781-1848) berhasil menemukan lokomotif yang digerakkan oleh tenaga uap dengan kecepatan 29 mil/jam dari daerah Liverpool ke Manchester mengalahkan kecepatan kereta uap sebelumnya yang memiliki kecepatan 5 mil/jam. Pemakaian transportasi dengan menggunakan lokomotif temuan Stepehenson ini mendorong para usahawan untuk memperluas jaringan kereta api di Inggris. Kereta api memiliki fungsi penting sebagai sarana darat karena tidak hanya untuk membawa para penumpang tetapi dapat juga digunakan untuk mengangkut barang. Maka, dibuatlah jalan-jalan kereta api di pusat-pusat industri seperti yang terdapat di Birmingham, Manchester, Leeds, dan Shaeffied, dan kemudian dihubungkan dengan setiap pelabuhan di London, Southampton, Plymouth, Bristol, dan Liverpool.

Penggunaan mesin uap pada transportasi berkembang dengan cepat dan membantu perkembangan industri di Inggris. Lebih banyak bahan mentah, bahan bakar, dan bahan keperluan lainnya dapat diangkut ke daerah-daerah industri, dan sebaliknya, banyak barang-barang jadi diangkut dan dipasarkan kemanapun di dunia dengan lebih cepat dan murah.

4)    Revolusi Pengolahan Besi dan Batubara 
Kebutuhan besi yang meningkat mempenggaruhi industri logam menjadi keperluan pokok sebab perdagangan dan industri yang semakin luas. Sebelum tahun 1760an, penambangan besi dilakukan secara manual melalui tungku-tungku sederhana dengan menggunakan arang kayu yang dinilai kurang efisien dan hasilnya juga kurang maksimal dikarenakan pembuatan barang dari besi 

belum melalui pemrosesan besi dalam tanur-tanur yang bersuhu tinggi. Sementara itu, batubara menjadi menjadi barang tambang penting selama abad XVIII. Orang pertama yang berhasil menemukan batu bara untuk bahan melebur besi adalah Abraham Darby (sekitar tahun1700) dipicu penggunaan kayu hutan sebagai bahan bakar sangat merugikan hutan di Inggris dan menjadi gundul. Melalui percobaan itu, Darby membandingkan bahwa penggunaan arang kayu tidaklah efisien dan menguntungkan jika dibanding dengan pemakaian biji batubara. Penggunaan biji batubara ini juga lebih murah serta dapat menghasilkan barang-barang yang terbuat dari besi dalam jumlah besar.

Penemuan Darby ini kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh dua insinyur mesin, yakni John Smeaton (1724-1792) dan Henry Cort (1740-1800). Dalam peleburan biji besi Darby menggunakan sumber tenaga air dengan komponen isi empat silinder dilengkapi dengan piston dan katup untuk mengerakkan roda air namun kedua insinyur itu menggunakan proses baru yaitu puddling (genangan air). Png-iron (besi tuang) ditempatkan kedalam reverberatory furnace (tungku yang bergema) kemudian dipanaskan dalam suhu tinggi sampai berubah menjadi tidak lagi mempunyai unsur karbon (decarbonized) yang berarti oksigennya terdapat dalam sirkulasi udara dalam tanur tersebut. Berkat penemuan ini produksi besi meningkat dari 48.000 ton pada tahun 1740 menjadi 8.000.000 pada tahun 1884 dan 7,517 puddling dioperasikan. Inggris dikenal sebagai negara penghasil besi dan baja yang berlimpah dan berkualitas tinggi dan mendapat julukan workshop of the world yaitu bengkel Eropa karena melimpahnya hasil industri besi dan juga menguasai pasar-pasar industri dunia di samping menjadi anutan dalam teknologi metal. Industrialisasi ini juga meluas ke kontinen, bahkan sampai Amerika Utara. 2.3

Akibat Revolui Industri 

a.    Akibat di bidang ekonomi 

· Barang melimpah dan harga murah
Revolusi Industri telah menimbulkan usaha industri dan pabrik secara besar-besaran dengan proses mekanisasi. Dengan demikian, dalam waktu singkat dapat menghasilkan barang-barang yang melimpah. Produk barang menjadi berlipat ganda sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas. Akibat pembuatan barang menjadi cepat, mudah, serta dalam jumlah yang banyak sehingga harga menjadi lebih murah.

· Perusahaan Kecil Gulung Tikar 
Dengan penggunaan mesin-mesin maka biaya produksi menjadi relatif kecil sehingga harga barang-barang pun relatif lebih murah. Hal ini membawa akibat perusahaan tradisional terancam dan gulung tikar karena tidak mampu bersaing.

· Perdagangan makin Berkembang 
Berkat peralatan perhubungan yang modern, cepat dan murah, produksi lokal berubah   menjadi produksi internasional. Pelayaran dan perdagangan internasional makin berkembang pesat.

· Transportasi makin Lancar 
Adanya penemuan di berbagai sarana dan prasarana transportasi makin sempurna dan lancar. Dengan demikian, dinamika kehidupan masyarakat makin meningkat. 

b.    Akibat di bidang sosial 

· Berkembangnya urbanisasi 
Berkembangnya industrialisasi telah menimbulkan kota-kota dan pusat-pusat keramaian yang baru. Oleh karena kota dengan kegiatan industrinya tampaknya menjanjikan kehidupan yang lebih layak maka banyak petani desa pergi ke kota untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini mengakibatkan terabaikannya usaha kegiatan pertanian. 

· Upah buruh rendah 
Akibat makin meningkatnya arus urbanisasi ke kota-kota industri maka jumlah tenaga makin melimpah. Sementara itu, pabrik-pabrik banyak yang menggunakan tenaga mesin. Dengan demikian, upah tenaga kerja menjadi murah. Selain itu, jaminan sosial pun kurang sehingga kehidupan mereka menjadi susah. Bahkan, para pengusaha banyak memilih tenaga buruh wanita dan anak-anak yang upahnya lebih murah. 

· Munculnya golongan pengusaha dan golongan buruh 
Di dalam kegiatan industrialisasi dikenal adanya kelompok pekerja (buruh) dan kelompok pengusaha (majikan) yang memiliki industri atau pabrik. Dengan demikian, dalam masyarakat timbul golongan baru, yakni golongan pengusaha (kaum kapitalis) yang hidup penuh kemewahan dan golongan buruh yang hidup dalam kemiskinan. 

· Adanya kesenjangan antara majikan dan buruh 
Dengan munculnya golongan pengusaha yang hidup mewah dan satu pihak, sedangkan di pihak lain adanya golongan buruh yang hidup menderita, menimbulkan kesenjangan antara majikan dan buruh. Kondisi seperti ini, sering menimbulkan ketegangan-ketegangan yang diikuti dengan pemogokan kerja untuk menuntut perbaikan nasib. Hal ini menimbulkan kebencian terhadap sistem ekonomi kapitalis, sehingga kaum buruh condong kepada paham sosialis. 

· Munculnya revolusi sosial 
Pada tahun 1820-an terjadi huru hara yang ditimbulkan oleh penduduk kota yang miskin dengan didukung oleh kaum buruh. Gerakan sosial ini menuntut adanya perbaikan nasib rakyat dan buruh. Akibatnya, pemerintah mengeluarkan undang-undang yang menjamin perbaikan nasib kaum buruh dan orang miskin. Undang-undang tersebut, antara lain sebagai berikut: · 
  
· Tahun 1832 dikeluarkan Reform Bill atau Undang-Undang Pembaharuan Pemilihan. Menurut undang-undang ini, kaum buruh mendapatkan hak-hak perwakilan dalam parlemen. · Tahun 1833 dikeluarkan Factory Act atau Undang-Undang Pabrik. Menurut undang-undang ini, kaum buruh mendapatkan jaminan sosial. Di samping itu, undang-undang juga berisi larangan pengunaan tenaga kerja kanak-kanak dan wanita di daerah tambang di bawah tanah. · Tahun 1834 dikeluarkan Poor Law Act atau Undang-Undang Fakir Miskin. Oleh karena itu, didirikan pusat-pusat penampungan dan perawatan para fakir miskin sehingga tidak berkeliaran. 
·
Makin kuatnya sifat individualisme dan menipisnya rasa solidaritas. Dengan adanya Revolusi Industri sifat individualitas makin kuat karena terpengaruh oleh sistem ekonomi industri yang serba uang. Sebaliknya, makin menipisnya rasa solidaritas dan kekeluargaan. 

c.    Akibat di bidang politik 

· Munculnya gerakan sosialis 
Kaum buruh yang diperlakukan tidak adil oleh kaum pengusaha mulai bergerak menyusun kekuatan untuk memperbaiki nasib mereka. Mereka kemudian membentuk organisasi yang lazim disebut gerakan sosialis. Gerakan sosialis dimotivasi oleh pemikiran Thomas Marus yang menulis buku Otopia. Tokoh yang paling populer di dalam pemikiran dan penggerak paham sosialis adalah Karl Marxdengan bukunya Das Kapital. 

· Munculnya partai politik 
Dalam upaya memperjuangkan nasibnya maka kaum buruh terus menggalang persatuan. Apalagi dengan makin kuatnya kedudukan kaum buruh di parlemen mendorong dibentuknya suatu wadah perjuangan politik, yakni Labour Party (Partai Buruh). Partai ini berhaluan sosialis. Di pihak pengusaha mengabungkan diri ke dalam Partai Liberal. 

· Munculnya imperialisme modern 
Kaum pengusaha/kapitalis umumnya mempunyai pengaruh yang kuat dalam pemerintahan untuk melakukan imperialisme demi kelangsungan industrialisasinya. Dengan demikian, lahirlah imperialisme modern, yaitu perluasan daerah-daerah sebagai tempat pemasaran hasil industri, mencari bahan mentah, penanaman modal yang surplus, dan tempat mendapatkan tenaga buruh yang murah. Dalam hal ini Inggris-lah yang menjadi pelopornya. 
  
Penutup

A.    Kesimpulan 

Revolusi industri telah memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan kehidupan masyarakat Inggris maupun masyarakat di dunia. Revolusi industri menghasilkan cara-cara menggunakan metode-metode produksi dan pola-pola baru dalam kehiduoan ekonomi dan memberikan beberapa peruabahan dalam industri barang dan dalam perdagangan. 

Hal ini memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Berbagai perusahaan yang dihasilkan oleh proses industrialisasi berpengaruh bagi perkembangan transportasi, komunikasi dan perdagangan. Meskipun kekayaan yang besar telah dihasilkan namun distribusi kekayaan tidak dapat dicapai secara merata dan terjadi kesenjangan sosial. Masyarakat yang hidup di kawasan industri menghadapi berbagai problem seperti polusi, kemacetan, kebisingan, dan perkampungan kumuh. Dengan revolusi industri maka zaman mesin telah dimulai. Irama mesin telah mengubah corak kehidupan dunia kita sampai saat ini. 

B.    Saran 
Berdasarkan kesimpulan dan realitas perkembangan IPTEKS sekarang ini, maka mayarakat Indonesia harus dapat mencintai produk atau produksi dalam negeri sebagai suatu wujud apresiasi terhadap perkembangan teknologi Indonesia. Hal ini merupakan suatu langkah maju dari suatu revolusi yang panjang sehingga akan menciptakan revolusi-revolusi baru pada masa yang akan datang. 



Editor: Mirna Akay
KOMENTAR