ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Prof. Nugroho Sukamdani: Pariwisata Indonesia Perlu Dukungan Sektor Usaha dan Digital

04 Mei 2020
Prof. Nugroho Sukamdani: Pariwisata Indonesia Perlu Dukungan Sektor Usaha dan Digital
Kegiatan Workshop Sistem Pembelajaran Kreatif untuk Mendukung Merdeka Belajar di Universitas Sahid (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Wabah Covid-19 yang tengah melanda, memukul banyak sektor bisnis tanah air. Dan sektor pariwisata dianggap paling banyak terkena imbas dari pandemik ini. Maklum saja, pariwisata sangat terkait dengan sektor usaha lainnya, misalnya kuliner atau travel.

Namun beberapa pihak optimis, setelah badai corona ini berlalu, dunia pariwisata di tanah air pun akan bangkit membenahi diri untuk tampil lebih molek. Hal ini lantaran pesona Indonesia yang memang sudah kesohor di penjuru dunia, sehingga harapan datangnya parawisatawan untuk berkunjung, masih jadi optimisme para pelaku industri ini.

Bidang Pendidikan pun, tetap meningkatkan mutu sumberdaya manusia yang terjun di ladang periwisata. Salah satu lembaga pendidikan yang tetap berfokus pada sektor pariwisata adalah Universitas Sahid Jakarta.

Menurut Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya (YSJ) Prof. DR. Nugroho B. Sukamdani, MBA., BET. Di tengah masa pandemi ini, ia yakin usaha pariwisata tetap bersinar  lantaran bidang ini masih menjadi kebutuhan masyarakat modern. Maka meski diterpa gelombang Corona, Usahid masih berfokus pada bidang Wirausaha dan Bisnis Digital. Dua hal ini juga jadi modal mengembangkan bisnis pariwisata di Indonesia.  

Nugroho B. Sukamdani bahkan meyakini bahwa di masa ‘rehat panjang’ ini, sektor pariwisata bisa mempersiapkan SDM yang berkecimpung di usaha ini dengan berupaya menyesuaikan dampak yang bakal terjadi usai pandemik ini berakhir. “Saya kira, kita tidak perlu bingung apalagi panik dalam menghadapi situasi ini. Kuncinya adalah mengatur strategi yang tepat sehingga pada saatnya nanti, dunia pariwisata bisa tumbuh kembali, bahkan lebih baik,” papar Nugroho. Semangat surviving ini juga  harus didukung sektor usaha dan digital. Energi lainnya adalah preparing atau mempersiapkan ketika wisatawan kembali setelah corona virus berakhir.

Nada Optimis  juga digaungkan Pemerintah. Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, saat ini  Pemerintah terus mempersiapkan perubahan tren baru berwisata usai pandemi Covid-19. “Kami akan menyiapkan destinasi sesuai dengan kondisi new normal. Destinasi itu disiapkan dengan mengedepankan prinsip sustainable tourism, termasuk didalamnya soal kesehatan, dan keamanan,” kata Giri.

Ni Wayan Giri Adnyani juga menjelaskan, pemerintah membagi tiga tahapan dalam penanganan Covid-19 yakni masa tanggap darurat, pemulihan, dan normalisasi.  Pemerintah juga telah merealokasi anggaran dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat Covid-19.

“Realokasi akan diarahkan untuk berbagai macam program yang sifatnya pendukungan masa tanggap darurat untuk membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Di forum ini juga kami meminta untuk bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadapi situasi saat ini,” katanya lagi.



Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR