ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Penjelasan Kemendikbud soal Wacana Peleburan Matapelajaran Agama

19 Juni 2020
Penjelasan Kemendikbud soal Wacana Peleburan Matapelajaran Agama
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Kabalitbangbuk) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Totok Suprayitno. (Net)

JAKARTA , SCHOLAE.CO - Belakangan ini marak bergulir di dunia maya atau media sosial  tentang adanya rencana membaurkan matapelajaran agama dengan rumpun humaniora yang dianggap sepadan. Hal ini berkembang di masyarakat lantaran niat pemerintah untuk melakukan penyederhanaan kurikulum.

Menanggapi isu tersebut, pemerintah memastikan bahwa persoalan penyederhanaan kurikulum, tidak untuk meleburkan pendidikan agama, atau memadukannya dengan matapelajaran lain. Pendidikan agama tetap akan berdiri sendiri, sebagaimana yang sudah berjalan hingga saat ini.

Melalui penjelasan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Kabalitbangbuk) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Totok Suprayitno, ditegaskan tidak ada rencana peleburan mata pelajaran agama dengan pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (PPKN) seperti informasi yang beredar di publik.

"Bahan diskusi terakhir yang disampaikan ke saya adalah susunan kelompok mata pelajaran tidak digabung seperti itu, tetapi tetap berdiri sendiri seperti yang berlaku saat ini," tegas Kabalitbangbuk Totok Suprayitno di Jakarta.

Sebelumnya, beredar informasi di media sosial terkait materi diskusi mengenai penyederhanaan kurikulum. Berdasarkan informasi yang juga beredar di beberapa grup percakapan daring tersebut, tampak sebuah paparan usulan peleburan mata pelajaran agama kelas 1--3 Sekolah Dasar (SD).

"Yang diramaikan itu adalah bahan diskusi awal internal di antara tim kerja kurikulum. Diskusi masih terus berlangsung dan saat ini belum ada keputusan apapun dari kementerian," tegas Totok.

Adapun, pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Plt. PAUD Dikdasmen) Hamid Muhammad juga menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada rencana Kemendikbud melakukan penyederhanaan kurikulum dengan peleburan mata pelajaran agama.

Menurutnya, pembahasan penyederhanaan kurikulum oleh Ditjen PAUD Dikdasmen, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan, serta Pusat Kurikulum dan Perbukuan dilakukan agar pembelajaran berjalan lebih efektif.

"Pusat Kurikulum menyiapkan penyederhanaan kurikulum yang disertai penyusunan berbagai modul pendukungnya," pungkas Hamid.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR