ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Pendidikan Swasta Terancam Tumbang, Pemerintah Diminta Turun Tangan

05 Juli 2020
Pendidikan Swasta Terancam Tumbang, Pemerintah Diminta Turun Tangan
Pengajaran di lembaga pendidikan tinggi swasta (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Saat ini ditengarai bakal  banyak lembaga pendidikan tutup atau bubar atau tidak mampu menjalankan operasionalnya kembali. Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid memprediksi kondisi ini terkait wabah Covid-19 yang  tidak hanya berdampak terhadap dunia kesehatan dan ekonomi saja, namun juga di sektor pendidikan.  "Bisa jadi perguruan-perguruan tinggi swasta sehabis pandemi ini tidak mampu mengoperasional lagi, ini butuh turun tangan dari pemerintah baik kebijakan anggaran mmaupun kebijakan perencanaan," kata Jazilul dalam keterangannya di Jakarta.

Gus Jazil mengatakan, bantuan terhadap lembaga-lembaga pendidikan swasta sangat dibutuhkan karena diperkirakan akan banyak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang kolaps dan tidak mampu beroperasi kembali karena pandemi. "Ini tugas dari kita semua, tentu tidak boleh lembaga-lembaga pemerintah kemudian tutup, seperti prediksi ada bank yang mau tutup, badan-badan ekonomi atau lembaga keuangan yang mau tutup, koperasi juga. Dunia pendidikan juga tidak boleh ada penutupan, penyelamatan itu yang harus dilakukan secara bersama-sama," ujarnya.

Menurut Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu menilai sistem belajar mengajar di sekolah yang saat ini dilakukan melalui Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) secara daring belum ada parameter keberhasilannya. Sejauh ini pemerintah dinilai belum memiliki perencanaan yang cukup baik dalam mengatasi dampak pandemi COVID-19 di sektor pendidikan. "Karena pandemi ini datang tiba-tiba dan tidak terencana. Padahal ini masuk masa kelulusan siswa SD hingga SMA, beberangan juga dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Ini juga memiliki tingkat kerumitan bagi wali siswa atau wali mahasiswa," katanya.

Karena itu Jazilul mengajak para mahasiswa, terutama yang berasal dari Lamongan-Gresik yang saat ini mayoritas juga pulang kampung karena tidak ada perkuliahan tatap muka agar memanfaatkan momentum pandemi ini dengan mulai mengamalkan ilmunya di desa masing-masing. Gus Jazil mengajak para mahasiswa untuk tidak perlu menunggu kebijakan pemerintah agar berperan aktif di masyarakat.

LTMPT siap selenggarakan UTBK saat pandemi COVID-19

    
Di sisi lain,  Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Budi Prasetyo mengatakan pihaknya siap menyelenggarakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) saat pandemi COVID-19. "Persiapannya sudah maksimal dan siap diselenggarakan pada Minggu (5/7)," ujar Budi. Budi mengatakan pelaksanaan UTBK akan diselenggarakan pada 74 Pusat UTBK yang tersebar di setiap provinsi di Tanah Air. Pada beberapa provinsi, Pusat UTBK bekerja sama dengan sekolah maupun kampus lainnya untuk menyelenggarakan UTBK. Dengan kerja sama tersebut, diharapkan peserta tidak melakukan perpindahan dari satu daerah ke daerah lain agar bisa mengikuti UTBK. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19. "Hingga saat ini belum diketahui berapa banyak unit pendidikan yang bekerja sama dengan Pusat UTBK untuk penyelenggaraan UTBK," kata dia lagi.

UTBK merupakan syarat untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Pelaksanaan UTBK kali ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Peserta diminta menjaga kesehatan dan diminta tetap tinggal di rumah sebelum ujian. Pada saat pelaksanaan UTBK, peserta wajib menggunakan masker dan pelindung wajah.

Gelombang pertama diselenggarakan pada 5 hingga 14 Juli 2020 dan gelombang kedua pada 20 hingga 29 Juli 2020. Ia mengatakan LTMPT juga menyediakan jadwal cadangan sebagai antisipasi bagi peserta yang mengalami kondisi tertentu, seperti bencana alam. Jadwal cadangan itu berlangsung pada 29 Juli-2 Agustus 2020.

Pelaksanaan tes UTBK dalam sehari juga diubah, dari sebelumnya empat sesi menjadi dua sesi. Untuk sesi pagi dimulai pada 09.30 dan berakhir pada 11.15. Kemudian untuk sesi siang dimulai 14.30 dan berakhir 16.15.

Adapun jeda waktu ujian akan digunakan untuk pelaksanaan protokol kesehatan seperti menyemprot ruangan dengan disinfektan. Jumlah peserta UTBK SBMPTN 2020 diikuti oleh 706.901 peserta. Sebanyak 145.802 merupakan peserta KIP Kuliah.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR