ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Dampak Negatif TikTok di Dunia Pendidikan

24 Juli 2020
Dampak Negatif TikTok di Dunia Pendidikan
Ilustrasi menikmati aplikasi TikTok (Net)

Oleh : Zulfa Nurfaizati

Siapa remaja di Indonesia yang tidak mengetahui aplikasi terbaru dan ter-hitz di tengah-tengah masa pandemi Covid-19?  Yups, jawabannya adalah Tiktok . TikTok adalah aplikasi buatan dari negeri Tirai Bambu, lebih tepatnya Tiongkok. Aplikasi yang platformnya khusus video, musik dan Foto, spesifik pada perusahaan ByteDance.

Salah satu aplikasi di media sosial yang saat ini sedang booming di kalangan anak-anak, remaja bahkan orang dewasa.

Di masa pandemi Covid-19 pemerintah sangat menganjurkan untuk melakukan pembatasan sosial (social-distancing). Pembatasan sosial merupakan salah satu langkah pencegahan dan pengendalian infeksi virus Corona dengan mengurangi interaksi sesama manusia guna memutuskan mata rantai penyebarab virus Corona.

Dengan kata lain siswa-siswi, mahasiswa-mahasiswi dengan terpaksa melakukan kegiatan belajar di rumah. Dengan diadakannya e-learning maka banyak waktu senggang yang dilewati oleh para siswa maupun mahasiswa . Dengan begitu aplikasi tiktok-lah sangat tepat untuk mengisi waktu luang.

Dengan jumlah pengguna yang luar biasa dan berasal dari berbagai kalangan tentu banyak karya-karya yang telah di unggah dalam aplikasi tersebut sehingga beberapa unggahan berhasil menjadi sorotan publik.

Berikut 3 dampak negatif dari aplikasi TikTok

1.Meningkatnya rasa Narsisme bagi remaja

Like, comment dan share adalah menjadi salah satu aset yang sangat penting bagi pengguna media sosial seperti YouTube, Facebook, Instagram bahkan aplikasi yang sedang dibahas yakni Tiktok. Tak heran jika remaja Indonesia rela melakukan banyak hal demi meraih angka like , comment dan share yang fantastis. Karena itu, banyak sekali unggahan-unggahanyang merusak moral bagj kalangan anak-anak dikarenakan aplikasi Tiktok tidak menyeleksi video-video yang akan diunggah. Contohnya seorang wanita yang berjoget dengan goyang erotis hingga menuju hal-hal yang berbau pornografi.

2.Hilangnya rasa malu

Telah beredarnya Vidio tiktok, djtiktok, tiktok kekinian dan sebagainya membuat para penggemar tiktok semakin tenggelam dengan keasikannya untuk bergoyang. Contohnya, seorang anak bergoyang secara bergerombol di tengah lapangan sekolah yang tengah mengenakan pakaian seragam sekolah.   Hal ini menyebabkan hilangnya rasa malu yang seharusnya dimiliki oleh kalangan remaja yang telah menempuh dunia pendidikan. Pendidikan karakter yang telah diberikan oleh sekolah kepada anak muridnya seakan tak berfungsi untuk bermoral , beretika serta berakhlak mulia .

3.Awal dari kemunduran suatu negara

Pentingnya pendidikan bagi setiap manusia terutama kalangan remaja adalah untuk memperkenalkan serta menghantarkan manusia kepada ilmu untuk menggali , mengembangkan serta mengoptimalkan potensi-potensi yang ada di dalam diri.  Pendidikan merupakan suatu pilar utama untuk memajukan suatu bangsa. Dengan adanya pendidikan yang berkualitas serta anak-anak bangsa yang cerdas maka dapat dikatakan suatu negara tersebut adalah negara maju. Dengan adanya pendidikan seseorang dapat meningkatkan kualitas pola pikir serta mengoptimalkan potensi-potensi yang ada didalam dirinya untuk membangun bangsa agar lebih konten.

Dilansir dari catatan najwasyihab, “Hanya pendidikan yang bisa menyelamatkan masa depan, tanpa pendidikan, Indonesia tak mungkin bertahan” Apabila kita sebagai anak remaja yang hanya bermalas-malasan untuk belajar , menghasilkan konten-konten yang tidak bermanfaat maka bersiap diri untuk kemunduran bangsa yang kita cintai.


*** Zulfa Nurfaizati, STITMA Yogyakarta


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR