ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Tanggapi Kurikulum Darurat yang Belum Terbit, Guru Diminta Inisiatif

03 Agustus 2020
Tanggapi Kurikulum Darurat yang Belum Terbit, Guru Diminta Inisiatif
Ilustrasi pembelajaran di kelas selama pandemi (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Sejak tahun ajaran baru bergulir dan telah berjalan selama dua pekan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana akan menerbitkan kurikulum darurat untuk pembelajaran di masa pandemi covid-19. Namun sejak pembelajaran baru dimulai yakni tanggal 13 Juli 2020 lalu, kurikulum yang dimaksud tersebut belum diterima oleh para guru.

Menanggapi hal tersebut, pengamat pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan, mengatakan  para guru harus berperan sebagai pelaksana sekaligus pengembang kurikulum agar proses belajar mengajar di masa pandemi covid-19 berjalan baik. Keterlambatan itu, menyurutnya tidak bisa dijadikan alasan pembelajaran terhenti.

"Para guru seharusnya jangan menunggu pemerintah menerbitkan kurikulum darurat. Penyederhanaan kurikulum dapat dilakukan sendiri oleh guru sebagai pelaksana serta pengembang kurikulum," ujarnya.

Cecep menambahkan pada dasarnya guru memiliki dua posisi, yaitu sebagai pelaksana kurikulum. Tapi guru juga harus memosisikan diri sebagai pengembang kurikulum," tegasnya. Kurikulum formal yang dibuat oleh Kemendikbud, katanya, sebetulnya kurikulum yang sifatnya mati dalam pengertian dokumen. Kurikulum itu bisa hidup manakala dihidupkan oleh kreativitas dan inovasi para guru untuk melaksanakan sekaligus mengembangkan isi kurikulum.

Guru yang kreatif dan inovatif seharusnya mampu mengembangkan kurikulum, yakni dengan menyeleksi atau menyederhanakan bahan-bahan ajar dalam kondisi pandemi, dapat memilih metode pembelajaran yang tepat, dan mampu menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa tidak merasa jenuh.

Menurut Cecep, guru merupakan ujung tombak dari penerapan kurikulum, sehingga mereka harus mampu mengaplikasikan kurikulum sesuai dengan situasi dan kondisi. Oleh sebab itu, pemerintah juga harus melatih para guru agar memiliki kemampuan tersebut.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR