ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Ribuan Sarjana Kedokteran Belum Lulus Uji Kompetensi, Kemendikbud Batasi Pembukaan Fakultas Kedokteran

26 Agustus 2020
Ribuan Sarjana Kedokteran Belum Lulus Uji Kompetensi, Kemendikbud Batasi Pembukaan Fakultas Kedokteran
Pemerintah batasi pembukaan FK di PT (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Wacana bakal dibatasinya Fakultas Kedokteran pada Perguruan Tinggi, diungkap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kebijakan ini menjadi pertimbangan lantaran banyaknya kampus yang mengajukan ingin membuka FK. "Ini nanti kita bahas bagaimana baiknya," kata Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, Nizam, di Hotel Fairmont Jakarta.

Menurut Nizam, apabila semua universitas berlomba ingin membuka FK, maka keistimewaan setiap kampus bakal memudar. Tidak ada kampus yang bisa dikatakan memiliki ciri khas tertentu.

Selain itu, Nizam meyakini universitas masih dapat berkembang tanpa membuka FK. Universitas juga dipercaya bakal tetap memiliki taring meski tak mendirikan FK. Paling penting, kata dia, universitas konsisten dengan visi, misi, dan mandat menjalankan perguruan tinggi.

Nizam mencontohkan Universitas Islam Negeri (UIN). Perguruan tinggi keagamaan itu diyakini akan lebih baik jika fokus pada keagamaan ketimbang ikut-ikutan ingin membuka FK. Terlebih, bila sarana prasarana penunjang pendidikan kedokteran amat terbatas. "Universitas keagamaan misal, fokuslah pada itu. Sehingga menjadi unggul," ujar Nizam

Bagi Nizam, konsistensi jadi faktor yang paling dibutuhkan perguruan tinggi. Namun, ia menegaskan, pendapat ini bukan berarti dirinya tidak mengizinkan UIN berkembang atau membuka FK. "Bukan kami tidak menginginkan UIN maju, tapi melihat dengan warna, dengan kompetensi, sesuai mandatnya," sambung Nizam.

Delapan Ribu Sarjana Kedokteran Belum Lulus Uji Kompetensi

Di lain pihak,  saat ini Kemendikbud mencatat sekitar delapan ribu sarjana kedokteran belum lulus uji kompetensi. "Kami perihatin juga lulusan FK itu setelah uji kompetensi tidak lulus. Kita punya dead lock banyak sekali, delapan ribuan sarjana kedokteran uji kompetensinya belum lulus," ujar Nizam.

Menurut Nizam, hal ini ada hubungannya dengan kualitas fakultas kedokteran. Sebab, menurut dia, saat ini masih ada fakultas kedokteran yang 70 persen mahasiswanya tidak bisa lolos uji kompetensi. "Kalau FK yang bagus kelulusan uji kompetensinya tinggi sekali di atas 95 persen. Jadi saat ini ada yang (lulus) 70 persen bahkan, nah ini yang perlu kita benahi," sambung Nizam.

Untuk itu, Nizam mengingatkan perguruan tinggi yang baru ingin membuka FK. Menurutnya, pembukaan FK harus dengan pertimbangan yang cukup matang. "Ini kan tidak hanya sekadar membuka fakultas, ada sarana prasarana yang lengkap, ini perlu rumah sakit Pendidikan juga yang spesifik, perlu dokter spesialis, perlu dokter untuk melakukan pendidikan, semua tidak sederhana," terang dia.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR