ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Kuota Internet Dibagikan Sesuai Data Dapodik Siswa

31 Agustus 2020
Kuota Internet Dibagikan Sesuai Data Dapodik Siswa
Direktru Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikbud Jumeri (Net)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Direktru Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikbud Jumeri mengatakan kuota internet akan langsung dibagikan ke nomor telepon seluler setiap siswa yang telah dimiliki pihak sekolah dan didaftarkan ke data pokok pendidikan (dapodik).

Selanjutnya, nomor siswa yang telah dipilah sesuai operatornya akan diserahkan kepada operator masing-masing untuk diisi kuota internet. Pengumpulan data dibatasi hingga September. Sementara itu, peserta yang belum memiliki gawai atau nomor telepon selulernya belum terdaftar di dapodik hingga bulan depan bisa mengisi pada tahap berikutnya.

Jumeri mengatakan Kemendikbud telah menggandeng penyedia layanan internet, seperti Telkomsel, Indosat, XL, dan lainnya untuk memberi subsidi kuota tersebut. Kemendikbud juga telah meminta provider memberikan harga khusus untuk program subsidi.

Dia berharap subsidi tersebut dapat membantu siswa belajar selama pandemi dan meningkatkan kualitas pembelajaran jarak jauh (PJJ). Menurut dia, PJJ belum dapat dilaksanakan secara optimal karena banyak siswa kesulitan membeli pulsa.

“Saya sudah mengunjungi beberapa sekolah. Saya menemukan bahwa ketika guru melakukan pembelajaran dengan Zoom atau secara interaktif, yang bisa ikut kira-kira hanya 30%. Setelah saya tanya, ternyata 90% punya gawai, tapi banyak yang tidak punya kuota internet,” ujarnya.

500 area masih terkendala blank spot

Sistem PJJ di sejumlah daerah masih terhambat oleh lemahnya sinyal telekomunikasi. Di Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Kominfo Amson Padolo memanggil empat perwakilan provider, seperti Telkomsel, Indosat, Smartfren, dan XL, agar bisa membantu membuka akses layanan di area blank spot.  “Tercatat ada 500 area blank spot yang masih jauh dari jaringan internet. Kita berharap provider mampu membuka akses jaringan telepon maupun internet,” kata Amson, kemarin.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, kemarin, menyerahkan secara simbolis bantuan smartphone untuk siswa miskin. Dia berharap gawai bisa digunakan sebagai sarana pendukung belajar sehingga siswa tidak ketinggalan dalam pembelajaran secara daring.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR