ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Andri Rizki Putra, Lawyer Muda dan Pegiat Pendidikan

03 September 2020
Andri Rizki Putra, Lawyer Muda dan Pegiat Pendidikan
Andri Rizki Putra (dok. pribadi)

JAKARTA, SCHOLAE.CO - Nama Andri Rizki Putra, begitu populer di ranah hukum dan dan pendidikan. Lawyer tampan idola para millenial ini menjadi inspirasi anak muda dalam mengembangkan karir dan kemampuannya. Beragam media menebarkan namanya sebagai seorang corporate lawyer sekaligus pegiat gerakan sosial skala nasional.

Kepeduliannya di dunia pendidikan dibuktikannya dengan mendirikan Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB) pada tahun 2012. Saat itu ia masih berusia 20 tahun.  YPAB adalah gerakan pendidikan yang berbasis relawan dan bebas biaya bagi kalangan marginal. Warga putus sekolah karena alasan ekonomi dan tidak bisa lagi kembali ke sekolah formal dapat belajar gratis untuk mendapatkan ijazah pendidikan kesetaraan. Mereka akan diajar oleh para relawan tutor dari kalangan profesional. Mulai dari para eksekutif perusahaan, dokter, insinyur, akuntan, programmer, lawyer, jurnalis hingga para profesional lainnya bergabung sebagai relawan tutor.

Rizki pun bercerita,  berawal dari lahan garasi rumah warga, kini ada tiga rumah belajar YPAB tersebar di Tanah Abang (DKI Jakarta), Bintaro (Banten), dan Medan (Sumatera Utara). Lulusan dari YPAB diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidupnya melalui modal pendidikan. Beberapa alumninya ada yang telah berhasil diterima di perguruan tinggi negeri dan swasta.

Berbekal Ijazah Pendidikan Paket C

Pijakan minatnya pada dunia hukum, sejak pria yang dikenal memiliki aura bak bintang K-Pop ini, setalah ia memutuskan untuk menyambung pendidikannya di jalur hukum. Kala itu, tahun 2008, Rizki diterima di Fakultas Hukum Universitas Indonesia(FHUI) dengan ijazah pendidikan kesetaraan paket C. Masa SMA dijalaninya hanya setahun. Hal itu karena Rizki tidak menjalani pendidikan di sekolah formal yang berdurasi tiga tahun.

Ia belajar secara mandiri sejak lulus SMP pada tahun 2006 dan berhasil lulus ujian nasional setara SMA pada tahun 2007. Selanjutnya Rizki kembali belajar mandiri untuk seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri tahun 2008.  Capaiannya tak berhenti di situ. Rizki satu dari segelintir alumnus FHUI yang berhasil lulus hanya dalam tiga tahun masa studi sekaligus berpredikat cum laude. Semasa kuliah pun ia menyabet penghargaan mahasiswa berprestasi dari FHUI. Tak heran ia menerima beasiswa studi selama kuliah.

Berkarier corporate lawyer telah diputuskan Rizki sejak kuliah. Mengikuti kuliah dari para corporate lawyer senior seperti Kiki Ganie dan Arief T. Surowidjojo yang menjadi dosennya di FHUI membuatnya semakin mantap.  Segera setelah lulus di tahun 2011 ia diterima bekerja di Assegaf Hamzah & Partners. Belum lama bekerja, Rizki teringat janjinya dan ingin segera mewujudkannya. Seorang senior associate bernama Aulia Handayani disebut Rizki sebagai orang yang berjasa membantunya.

Visi Rizki saat itu adalah membantu banyak orang putus sekolah agar bisa mendapat pendidikan yang baik dan gratis. Ia ingin melibatkan sebanyak mungkin kalangan untuk berkontribusi pada pendidikan anak bangsa. Demi fokus menggarap YPAB, Rizki sempat memutuskan beristirahat lawyering sejak akhir 2012 hingga setahun kemudian. Selama masa jeda ini pula ia sempat menulis buku pertamanya yang diterbitkan berjudul ‘Orang Jujur Tidak Sekolah’.

Saat ini Rizki masih mencari pola pengembangan YPAB yang tepat dan lebih baik lagi. Ia tidak ingin sekadar memperluas jaringan YPAB tanpa mampu menjaga standar mutu yang dibangun sejak awal. Pun ia tak ingin sekadar memberikan harapan semu pada para peserta didik. Tentu saja semua ia lakukan bersama para pengelola YPAB sembari menjalankan profesi masing-masing. Pria yang menekuni spesialiasasi banking and finance dalam lawyering ini bahkan masih ingin kembali melanjutkan studi LL.M. ke salah satu ivy leagues di Amerika. Rizki ingin merambah wilayah timur Indonesia untuk cabang rumah belajar YPAB berikutnya.

Wow, sungguh cermin anak muda masa kini, yang tidak hanya tenggelam dalam kesenangan semata, namun juga memiliki kepedulian bagi masyarakat, khususnya yang kurang beruntung dalam pendidikan. Pantaslah bila Rizki menjadi inspirasi anak muda dalam mengembangkan bakat dan kemampuannya untuk berbagi dengan masyarakat luas.


Editor: Maria L. Martens
KOMENTAR