ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Ironi Pembelajaran Bahasa Online

08 September 2020
Ironi Pembelajaran Bahasa Online
Belajar Online (Net)

Oleh: Frisca Laurencia

KINI seluruh dunia sedang digemparkan oleh munculnya pandemi COVID-19 yang terus merajalela menjelajahi wilayah demi wilayah di dunia. Untuk saat ini telah banyak korban yang terjangkiti virus berbahaya tersebut bahkan tak sedikit yang merenggang nyawa tak luput di negara kita Indonesia. Oleh karena itu sebagai salah satu upaya tindak lanjut dalam memutus rantai penyebaran COVID-19 yang diambil pemerintah Indonesia yaitu “Dilakukannya pembelajaran keseluruhan secara online (daring)”.

Walaupun upaya ini ditujukan untuk memutus rantai pandemi yang semakin marak, namun tahukah kalian readers, Bahwasanya dibalik sistem pembelajaran online ini memiliki ironi dalam pelaksanaan programnya ini.

Berikut akan saya rangkum dan jelaskan ironi yang sedang melanda sistem pembelajaran bahasa secara online.

Beberapa lembaga akademik pembelajaran bahasa baik resmi maupun tidak resmi di Indonesia, sedikit banyaknya mendapat berbagai rintangan atau kendala dalam memberi pemahaman terbaik kepada anak didiknya, dan sistem online ini juga memiliki dampak efek buruk ketika pelaksanaan nya.

Adapun kendala dan efek buruk yang menjadi ironi dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa secara online ini, yaitu:

1.Tidak semua anak didik memiliki alat komunikasi online dalam menunjang pembelajaran online tersebut.

Tak sedikit kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari rakyat Indonesia hanya memiliki alat komunikasi sederhana namun tak menunjang untuk adanya pembelajaran online.  Untuk anak-anak beruntung mungkin dapat menikmati fasilitas online ini kapanpun, namun untuk anak kurang beruntung ini mungkin hanya sebagian yang dapat menikmati fasilitas online ini secara terbatas dengan meminjam alat komunikasi milik keluarga sanak saudara maupun tetangga, namun ada pula yang tidak dapat merasakan kehadiran fasilitas online ini sama sekali sehingga menyebabkan anak ini tidak dapat mendapatkan pembelajaran yang efektif selama sistem daring ini dijalankan.

2.Ketidakterjangkauan sinyal

Dalam praktiknya, sistem pembelajaran online ini memerlukan sinyal agar dapat bergabung dalam pembelajaran online, namun telah kita jumpai beberapa wilayah tempat di Indonesia yang tidak memiliki keterjangkauan sinyal yang memadai untuk melaksanakan pembelajaran online. Keadaan ini menyebabkan beberapa anak tidak dapat merasakan pembelajaran secara maksimal, dan menyebabkan beberapa  anak untuk mencari solusi lain yang cukup berbahaya seperti memanjat atap bangunan, tower, pohon, belajar di tepi jalan dan lain-lain.

3.Gaptek (gagal teknologi) yang menimpa sejumlah pengajar dan anak didik

Gagal teknologi atau lebih kita kenal dengan sebutan Gaptek yang melanda beberapa guru dan anak didik menjadikan pembelajaran online menjadi tidak maksimal dan datar, sehingga mengantarkan pada cepat datangnya kebosanan dalam pembelajaran.

4.Kecanduan gadget

Ssatu efek buruk yang muncul akibat adanya pembelajaran secara online yaitu ialah ketergantungan anak didik terhadap gadget. Hal ini tidak hanya dirasakan oleh anak didik usia belia, namun juga menimpa kaula muda seperti anak SMA dan para Mahasiswa.  Hal ini juga berdampak penurunan daya minat dan kelalaian anak didik terhadap pembelajaran yang diembannya. Tidak sedikit kita jumpai para orang tua di rumah mengalami banyak kesulitan dalam mengontrol penggunaan fasilitas online tersebut. Yang dimana pembolehan pemegangan fasilitas online ini banyak berdampak negatif dari penggunaan yang salah dan berlebihan dari anak didik yang sudah berada diluar kontrol orang tua mereka.

5.Meningkatnya Stress dan beban untuk anak didik

Sejak dimulainya pembelajaran online, terjadi perlonjakan peningkatan tingkat kestressan yang melanda para anak didik. Hal ini disebabkan tidak adanya aktivitas sosial dengan teman-teman,dan tugas rumah yang menggunung seiring kurangnya pemahaman mereka terhadap pembelajaran. Meningkatnya Stress ini menyebabkan alasan bagi para anak didik untuk menghibur diri bahkan dengan cara yang salah dan ini merupakan salah satu sebab kecanduan gadget yang marak terjadi pada anak didik sekarang seperti yang telah kita bahas sebelumnya readers.

Nah, sekian rangkuman dari saya mengenai pembahasan ini nih. Terimakasih atas perhatiannya.

Frisca Laurencia
(Mahasiswi Institut Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta)


Editor: Frisca Laurencia
KOMENTAR