ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Prospek Kerja Jurusan Psikologi, Gak Melulu Jadi Tempat Curhat

13 Februari 2021
Prospek Kerja Jurusan Psikologi, Gak Melulu Jadi Tempat Curhat
Seorang konselor bertugas untuk memberikan konseling kepada klien. (Net)

MAU kuliah psikologi tapi bingung prospek kerjanya? Tenang! Gak cuma jadi HRD atau tempat curhat, ini sederet prospek kerja jurusan psikologi yang harus kamu tahu! Yuk simak artikel Finansialku satu ini!

Psikologi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari mental, pikiran, dan perilaku manusia. Program studi ini juga meneliti alur pemikiran dan alasan di balik perilaku dan tindakan manusia.

Ilmu psikologi ini seringkali digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam serangkaian aktivitas manusia yang kompleks.

Oleh karena itu, ada beberapa cabang ilmu, yaitu Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Pendidikan, dan Psikologi Sosial.

Banyak orang yang masih beranggapan bahwa kuliah di jurusan Psikologi nantinya tak jauh dari menjadi psikolog atau staf HRD.


Eits, jangan salah! Ternyata prospek kerjanya sangat luas, lho! Selain dua profesi tersebut, berikut ini beberapa di antaranya yang bisa kamu lirik:

#1. Konselor

Seorang konselor bertugas untuk memberikan konseling kepada klien. Tujuannya, memberi solusi atau jalan keluar terhadap permasalahan yang dihadapi klien.

Hal ini berkaitan dengan kondisi kesehatan mental dan emosi klien. Konselor biasanya bekerja secara freelance atau pun bekerja di bawah naungan perusahaan tertentu.

Saat ini, banyak konselor yang direkrut oleh sebuah perusahaan untuk memberikan konseling pada para karyawan.

Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup karyawan perusahaan tersebut, baik dari sisi profesionalisme atau kesehatan mental pribadi.

#2. Dosen Psikologi

Kalau kamu senang mengajar dan berbagi ilmu, profesi dosen psikologi bisa jadi pilihan tepat. Setiap lulusan psikologi dapat menjadi dosen di universitas negeri atau swasta. Namun, syaratnya minimal memiliki gelar S2 psikologi (M.Psi.).

Jika kamu mengambil banyak jam mengajar, kamu akan mendapatkan bayaran yang cukup tinggi.

#3. Psikoterapis

Psikoterapis bisa disebut sebagai dokter untuk kejiwaan. Pasiennya bukan hanya orang yang gangguan jiwa saja, melainkan juga orang yang butuh pertolongan mengatasi masalah yang menyangkut jiwa/psikis.

#4. Trainer

Seorang trainer bertanggung jawab untuk memberikan pelatihan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan pengembangan diri untuk sebuah kelompok atau organisasi.

Selain ilmu psikologi, kamu juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi interpersonal yang baik. Pasalnya, memberikan pelatihan berarti kamu akan menghadapi banyak orang dari berbagai kepribadian.

Sistem bekerja sebagai seorang trainer pun berbeda dengan orang yang bekerja di sebuah instansi dengan gaji yang disesuaikan jam kerja. Justru, jam kerjanya fleksibel tergantung permintaan klien.

#5. UX Analyst


UX Analyst alias User Experience Analyst merupakan seseorang yang bekerja untuk mencari informasi dari target pengguna (user). Informasinya seputar perilaku dan kebutuhan pengguna. Ini dianalisis untuk menghasilkan desain yang sesuai kebutuhan pengguna.

Jabatan UX analyst umumnya ada di perusahaan internet atau teknologi. Lalu, apa hubungannya dengan psikologi? Jangan salah! UX analyst bertugas menganalisa perilaku konsumen saat menggunakan produk/layanan. Hal ini membutuhkan karakter yang suka menganalisis dan mengetahui perilaku manusia. Ini semua dipelajari di jurusan psikologi.

Dengan mempelajari kebutuhan, pengalaman, dan perasaan para pengguna ketika menggunakan sebuah produk dari perusahaan tertentu, UX Analyst bisa menganalisis produk yang lebih tepat sasaran.

#6. Market Researcher

Menjadi market researcher berarti kamu akan berkecimpung dalam penelitian. Tentu saja, penelitiannya berhubungan dengan perilaku konsumen. Tanggung jawab seorang market researcher adalah mengumpulkan dan menganalisa data dari kondisi pasar atau perilaku konsumen.

Seorang market researcher atau peneliti pasar biasanya bekerja di perusahaan atau lembaga independen. Bahkan, profesi ini dibutuhkan di lembaga pemerintahan seperti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Berhubung sudah dibekali dengan metode penelitian, seseorang dengan profesi market researcher pun bisa membuat lembaga penelitian sendiri.

#7. Konsultan

Karier sebagai konsultan tidak bisa dipandang sebelah mata. Justru, konsultan sangat dibutuhkan dalam dunia yang serba cepat seperti sekarang ini.

Seorang konsultan biasanya menangani para karyawan di sebuah perusahaan yang ingin meningkatkan etos kerja, profesionalisme, dan jenjang karier. Konsultan pun berhadapan dengan para pencari kerja atau kalangan profesional. Konsultan diharapkan dapat membantu merencanakan jenjang karier dan memilihkan karir bagi klien.

Persiapkan Sedari Awal

Prospek kerja jurusan psikologi memang menantang. Oleh karena itu, kamu harus persiapkan sedari awal ketika kamu mempelajari ilmunya di perguruan tinggi. Sayangnya, untuk masuk ke jurusan psikologi butuh biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, kamu perlu juga mempersiapkan keuanganmu. Mungkin, kamu masih mengandalkan orangtuamu untuk membayar biaya kuliah. Tapi, itu tidak menjadi alasan untuk tidak merencanakannya.

Ketika kamu sudah menjadi mahasiswa, pasti banyak hal yang kamu perlukan. Oleh karena itu, kamu butuh perencanaan yang tepat. Supaya ada gambaran, kamu bisa membaca ebook dari Finansialku berjudul Perencanaan Keuangan Untuk Mahasiswa.

 

 


Editor: Farida Denura
KOMENTAR