ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Pesta di Tengah Lonjakan COVID-19, Mahasiswi: Jangan Nekat, Buat Orang Sekeliling Kita Jadi Sasaran (1)

28 Juni 2021
Pesta di Tengah Lonjakan COVID-19, Mahasiswi: Jangan Nekat, Buat Orang Sekeliling Kita Jadi Sasaran (1)
Fransiska Irma Sari, mahasiswi Unipa Indonesia yang juga adalah Ketua Mahasiswa Pecinta Alam Unipa (UNIPALA) Maumere. (Foto-Foto: Arahkita/ VJ Chabarezy Jr)

Heboh pesta pora merayakan serta mensyukuri penerimaan Komuni Suci di seantero wilayah Kabupaten Sikka dan juga pesta pernikahan menimbulkan kerumunan banyak orang di tengah melonjaknya kasus COVID-19 varian delta.

Tuan pesta tak peduli dunia bahkan wilayah Kabupatten Sikka sendiri sedang dilanda pandemi sejak Maret 2020 lalu hingga kini dan belum berakhir.

Bahkan, kasus COVID- 19 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, kembali meningkat dalam satu pekan terakhir. Hingga Minggu (27/6/2021). Terdata sebanyak 220 orang yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit TC.Hilers, dan tempat karantina terpusat, serta karantina mandiri.

Meningkatnya kasus ini tak lain datang dari kluster pesta-pora yang menyebabkan dan melibatkan kerumunan banyak orang sehingga terjadi penularan.

Dokter Clara Y Francis selaku Sekretaris Satgas COVID-19 bidang kesehatan kepada media ini mengatakan bahwa kenaikan kasus ini menyebabkan ketersediaan 16 tempat tidur (BOR) untuk ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah TC Hillers Maumere penuh.

Rumah Sakit Tc. Hillerz  merupakan Rumah Sakit rujukan di Kabupeten Sikka dan beberapa kabupaten terdekat di Pulau Flores.

Mahasiswa di kota Maumere pun meradang dan mulai angkat bicara. Mereka memberikan tanggapan usul saran dan masukan yang bersifat konstruktif untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus COVID-19 dari kluster pesta.

Apa komentar mereka? Berikut nukilannya:

Fransiska Irma Sari, mahasiswi Unipa Indonesia yang juga adalah Ketua Mahasiswa Pecinta Alam Unipa (UNIPALA) Maumere.

“Akhir-akhir ini pemberitaan di media sosial dipenuhi dengan melonjaknya kasus COVID-19. Salah satunya akibat pesta yang terus meningkat dan tidak mengikuti protokol kesehatan dengan baik dan benar.

Pesta merupakan perayaan spesial yang disyukuri dan menggembirakan, namun di tengah situasi pendemi seperti ini, pesta dapat menjadi malapetaka.

Perayaan-perayaan atau pesta ditengah situasi COVID-19 harus dibatasi bahkan dilarang untuk sementara waktu hingga kondisi stabil kembali.

Ketika pesta dilaksanakan kebiasaan kita seperti salam-salaman, berpelukan, cium pipi kiri dan pipi kanan serta berkerumun untuk foto bersama sulit kita hindari . Hal inilah yang dapat berpotensi penularan.

"Ingat virus COVID-19 dapat menyerang siapa saja, dimana saja dan kapan saja tanpa pandang bulu. Ingat jangan nekat dan buat orang sekeliling kita jadi sasaran COVID-19.

Tugas secara pribadi untuk mengontrol diri kita masing-masing dengan menerapkan protokol kesehatan dan berpartisipasi aktif memutus mata rantai penularan COVID-19 ini.

Selalu menjalankan prinsip 5M yakni memakai masker dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas dan aktifitas kita. Kalau hal ini tidak dijalankan dengan baik, maka akan terus terjadi penularan dan akhirnya akan ada klaster-klaster baru lagi.

Ayok kita saling jaga, kedisiplinan kita menaati protokol kesehatan itulah yang terpenting. Kalau tidak kasus COVID-19 akan terus melonjak. Siska juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sikka mari kita gotong-royong melawan COVID-19.

“Stay safe, stay clean and stay healthy,”ujarnya.



Sementara Gamly Salasa, mahasiswa Fakultas ilmu sosial dan Humaniora prodi PPKN sementara VII, sekaligus Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Maumere

Masyarakat seolah-olah menganggap COVID-19 bukan lagi penyakit yang membahayakan.

Namun kata dia, COVID-19 merupakan penyakit yang mungkin tidak ubahnya seperti batuk, pilek dan lain-lain.

Seharusnya pemerintah daerah melalui Dinkes  terus menyosialisasikan akan bahayanya COVID-19 ini kepada masyarakat luas.

Saya berharap ada komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan masyarakat terus dibangun, agar tidak terjadi pelanggaran prokes oleh masyarakat. Semoga Sikka lekas menjadi salah satu Kabupaten di NTT bebas COVID-19.


ReporterVJ Chabarezy

 

 

 

 

 

 

 


Editor: Farida Denura
KOMENTAR