ARAH KITA | ARAH DESTINASI | ARAH PROPERTI | ARAH POLITIK | ARAH DESA

Penelitian Dosen, Antara Peluang dan Tuntutan

12 Maret 2015
Penelitian Dosen, Antara Peluang dan Tuntutan

Meneliti merupakan bagian tugas dari seorang dosen. Sesuai dengan amanat Undang-undang, dosen wajib melaksanakan Tri Dharma PerguruanTinggi, yang mencakup Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat.


Tugas dosen selain mengajar, juga harus memperdalam dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang dikuasainya melalui penelitian. Apalagi dengan dikeluarkannya Permenpandan RB No.17 Tahun 2013, seseorang yang ingin berkarir sebagai dosen semakin dituntut untuklebih giat melaksanakan penelitian.


Bobot penelitian dalam beban kerja dosen berkisar 25% - 45%. Berbeda dengan kebijakan terdahulu yang hanya mewajibkan penelitian 25% dalam kinerja dosen. Artinya kinerja dosen untuk melakukan penelitian harus lebih ditingkatkan.


Tidak terpenuhinya beban kinerja penelitian akan berpengaruh pada kenaikan jenjang kepangkatan dosen. Menurut data statistik, penelitian dosen masih kurang.Hal ini terlihat dari minimnya publikasi karya ilmiah dosen.


Dari data DIKTI tahun 2012, publikasi di jurnal internasional dosen tersertifikasi tercatat 2,777 publikasi dosen PTN dan hanya 429 publikasi dosen PTS. Perbandingan publikasi yang cukup timpang sekaliantara PTN dan PTS. Perhitungan jumlah jurnal  terindeks Scimago Journal Ranking, Indonesia berada di urutan di bawah beberapa negara Asean lainnya (Malaysia, Thailand, Philipina, dan Singapura). Indonesia hanya memiliki 17 jurnalt erindeks, Malaysia 50, Thailand 27, Phillipina 23, danSingapura 149. Secara global Indonesia berada di urutan 61 di bawah negara tetangga lainnya.


Dalam mengakselerasi penelitian, berdasarkan amanat UU No. 2012 mengenai pendidikan tinggi pemerintah mengalokasikan paling sedikit 30% dari dana bantuan operasional PTN untuk dana penelitian di PTN dan PTS, ditahun 2015 ini dana penelitian mencakup sekitar Rp. 1,2 triliun secara keseluruhan.


Perguruan Tinggi juga memiliki otonomi untuk mengelola sendiri lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.


Selaras dengan kebijakan pemerintah tersebut menuntut dosen untuk lebih serius lagi dalam melakukan penelitian, apalagi khususnya dosen PTS yang hanya berkontribusi 15% dari total keseluruhan jurnal publikasi ilmiah internasional disebutkan di atas. Dalam melaksanakan penelitian dosen pastinya memerlukan dana yang tidak sedikit.


Adapun untuk penelitian, dosen dapat mengajukan bantuan dana penelitian kepada lembaga negara. 2 (Dua) lembaga negara yang memberikan dana bantuan penelitian di antaranya adalah:


1. Menristek DIKTI

Sejak lama Menristek DIKTI menggulirkan dana bantuan penelitian melalui beberapa skema penelitian yang dimilikinya. Adapun skema penelitian yang dosen dapat ikuti di antaranya adalah skema hibah penelitian dosen pemula, hibah bersaing, fundamental, perguruan tinggi, strateginasional, dan sebagainya. Selain itu, dosen dapat pula mengajukan bantuan dalam publikasi karya ilmiah lainnya seperti hibah seminar, publikasi jurnal internasional, dan buku ajar.


Hibah penelitian yang dikeluarkan berkis arantara Rp10 juta hingga Rp 2 milyar tergantung dari skema penelitian. Untuk mendapatkan hibah tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan, ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi. Misalnya, untuk persyaratan utama sebagai Ketua Penelitian adalah dosen dengan minimal pendidikan S-2.


Yang terpenting dalam mendapatkan hibah tersebut adalah dengan mengikuti ketentuan yang dipersyaratkan sesuai dengan skema hibah penelitiannya masing-masing. Dana yang dikeluarkan pun tidak instan, biasanya prosesnya memerlukan waktu hingga 1 tahun hingga dana tersebut dapat dicairkan.


Untukdapat mengajukan hibah penelitian tersebut, dosen dapat mengakses ke website dirjen DIKTI di www.simlitabmas.dikti.go.id. Jika dosen memiliki kesulitan dalam menulis, perguruan tinggi dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkan bantuan pelatihan penulisan proposal hibah penelitian atau karya ilmiah penelitian.


2. DepartemenKeuangan (Depkeu)

Departemen Keuangan pun kini memberikan bantuan hibah penelitian bagi para peneliti termasukdosen. Program hibah penelitian Depkeu ini diberikan melalui program LembagaPengelola Dana Pendidikan (LPDP).


Hibah penelitian yang dibuka oleh Departemen Keuangan ini, hanya memiliki 2 skema yaitu, Penelitian yang sifatnya Komersil dan Implementatif. Dana yang digulirkan oleh lembaga ini berkisar Rp 500juta hingga Rp 2 millyar. Sama dengan lembaga lainnya, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi oleh periset.


Program hibah penelitian yang dibuka ini, minimal harus diketuai oleh seorang yang telah memiliki gelar Doktor (S3). Untuk dosen yang ingin mengajukan penelitian, dapat membuka website LPDP Depkeuwww.lpdp.depkeu.go.id untuk informasi lebih lengkap.


Dengan dibukanya program hibah bantuan penelitian dari lembaga tersebut memberikan kesepatan yang cukup besar bagi dosen untuk rajin membuat penelitian dan mempublikasikannya dalam jurnal ilmiah baik level nasional dan internasional.


Tentunya penelitian yang dibuat pun tidak hanya sekedar penelitian, namun harus juga selaras dan sejalan dengan visi dan misi pemerintah, aplikatif dan berdayaguna tinggi bagi masyarakat. Visi pemerintah yang menargetkan kemandirian pangan, pengembangan industri teknologi lokal, keunggulan maritim, pengembangan Indonesia wilayah timur, dan pembangunan insan manusia yang berkarakter (revolusi mental).


Oleh karena itu, dosen dapat mengangkat judul penelitian di area tersebut. Seorang yang hendak meniti karir sebagai dosen, harus senantiasa siap meneliti dan membuat karyailmiah.Publish or perish!


Penulis adalah Dosen Tetap Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid



Editor: Rina Kurniawati
KOMENTAR